SIAK, datariau.com - Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Negara China diduga bersembunyi disalah satu rumah kontrakan di Jalan Indah Kasih Kelurahan Perawang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak yang hanya dilaporkan pemilik kontrakan berjumlah enam orang kepada RT09/RW06 Kelurahan Perawang, Sabtu (30/12/2017) kemarin.
Dimana ketika ditinjau dilokasi oleh pihak Bhabinkamtibmas Kelurahan Perawang Polsek Tualang Brigadir Arya bersama awak media, Sabtu (30/12/2017) kemarin. Sebelumnya pemilik kontrakan itu hanya melaporkan sebanyak enam orang. Mirisnya lagi, ternyata TKA asal Cina tersebut berjumlah 17 orang.
"Kemarinkan sudah dicek sama bapak Bhabinkamtibmas, yakni bapak Arya. TKA itu berjumlah 17 orang. Awalnya pemilik kontrakan bernama Akiong melaporkan hanya 6 orang," kata RT09/RW06 Kelurahan Perawang Ardiyanto kepada datariau.com, Ahad (31/12/2017) malam.
Kemudian awak media mencoba menghubungi pemilik kontrakan bernama Akiong, Ahad (31/12/2017) tersebut melalui sambungan telepon seluler ke nomor 0823-8411-×××× berulang kali. Namun, tak kunjung aktif.
Saat dikonfirmasi Kapolsek Tualang Kompol James Rajagukguk SIK melalui Kanit Intel Polsek Tualang IPTU Akri menjelaskan kemarin Bhabinkamtibmas Polsek Tualang sudah cek kelapangan berjumlah 17 orang. Sebelumnya laporannya hanya berjumlah enam orang.
"Sudah dicek sama Brigadir Arya, bersama pihak kelurahan bersama anggota saya Panit Intel Bripka Budi, memang dari Imigrasi datanya Visa kerja pak, memang betul bersama pihak kelurahan, RT/RW-nya awalnya laporan hanya 6 orang ada penambahan. Memang Visa-nya Visa kerja," pungkas Kanit Intel Polsek Tualang IPTU Akri, Ahad (31/12/2017 malam.
Diketahui bahwasanya TKA asal China itu merupakan pekerja kontraktor di PT Victory disebuah perusahaan asal Jakarta yang ngesub kepada PT Shandong yang merupakan perusahaan asal Negeri Tirai Bambu China.
Sebelumnya Akiong yang mengaku sebagai Humas PT Victory juga belum dapat menunjukkan surat-surat kelengkapan para TKA. TKA yang sudah mempunyai surat lengkap berjumlah enam orang dan Akiong sudah melapor ke RT setempat dengan hanya menunjukkan poto copy Paspor enam TKA asing asal China tersebut.
"Kalau yang 6 orang itu lengkap surat-suratnya, sebagian lagi itu yang tinggal didalam (mess PT IKPP) tetapi mungkin karena tidak ada kawan didalam makanya mereka tinggal diluar," dalih Akiong, Sabtu (30/12/2017) kemarin.
Menurutnya para TKA itu kemungkinan ingin merasakan kebebasan dengan memilih tinggal di sebuah rumah kontrakan. "Kalau orang itu tinggal didalam kan kena cas juga. Kalau mau keluar tentu tidak bisa sembarangan, tentu tidak boleh sama Satpam," ujar Akiong yang diketahui sebagai pemilik kontrakan.
Nanti, diawal tahun 2018 ini Akiong berencana akan memperlihatkan kepada pihak terkait mengenai surat-surat kelengkapan yang dimiliki oleh para TKA yang sudah menempati rumah kontrakan itu. Dan kabarnya diperkirakan akan ada sebanyak 300 orang TKA asal China yang akan mengerjakan sebuah proyek di PT Indah Kiat Pulp dan Paper Perawang Mill Kecamatan Tualang Kabupaten Siak.
Dilain pihak Camat Tualang Zalik Effendi Ssos mengatakan kepada datariau.com bahwa TKA asal China tersebut tidak ada melaporkan ke pihak kecamatan. Ia juga menuturkan keberadaan TKA asal China tersebut tidak diketahuinya. "Tak ado melapor, apo PT nyo, panggil PT nyo tu. Cubo Disnaker pak Amin," kata Zalik.
Sedangkan Kadisnaker Kabupaten Siak Amin Budyadi saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Ahad (31/12/2017) malam, ke nomor 0812-6805-×××× beberapa kali. Namun, enggan mengangkat telepon seluler dari awak media.