Beberapa Tanda Tangan Warga Untuk Izin Tower di Tanjung Gading Inhu Diduga Palsu, Hatta Munir: Kita Lapor Polisi

Admin
2.120 view
Beberapa Tanda Tangan Warga Untuk Izin Tower di Tanjung Gading Inhu Diduga Palsu, Hatta Munir: Kita Lapor Polisi
Foto: Heri
Hatta Munir.

RENGAT, datariau.com - Pembangunan tower di RT 001, RW 001 Kelurahan Tanjung Gading Kecamatan Pasir Penyu Inhu ditolak oleh beberapa warga. Diduga, beberapa tanda tangan dalam rekom perizinan tower itu palsu.

Hal ini diketahui berdasarkan surat rekom yang ditandatangan oleh RT, RW, Lurah dan Camat untuk diteruskan ke BPMD-PPT Inhu, yaitu bukti pemberian izin atas pemdirian menara Telekomunikasi PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) bersama izin warga atau tentangga dalam radius menara Telekomunikasi.

Dalam surat itu dituliskan bahwa warga yang bertanda tangan menyatakan telah menerima dan setuju atas pemberitahuan Protelindo yang beralamat di menara BCA Lt 55, Jl MH Thamrin Nomor 1 Jakarta 10310, Indonesia.

"Terdapat 3 poin kesepakatan antara Protelindo dengan 20 orang masyarakat, namun disayangkan dari 20 orang yang tanda tangan diduga ada yang dipalsukan," terang Hatta Munir, tokoh masyarakat didampingi praktisi hukum Dody Fernando SH MH selaku penerima kuasa dari masyarakat yang menolak pembangunan tower yang terkena radius 50 meter, kepada datariau.com, Jumat (9/2/2018).

Selain dugaan pemalsuan tandatangan, lanjutnya, juga terdapat dugaan dari 20 orang yang bertandatangan, beberapa orang yang tidak pada titik radius 50 meter itu. "Berdasarkan bukti yang ada, hal ini akan kami laporan ke polisi atas dugaan tanda tangan palsu," terang Hatta Munir lagi.

Dari hasil konfirmasi kepada Kepala BPMD-PPT Inhu, Seno Aji, bahwa pendirian tower tersebut belum ada memiliki izin dari Dinas BPMD-PPT Inhu. Namun anehnya, sekalipun belum memiliki izin, tapi pekerjaan sudah dilaksanakan.

"Untuk itu kami minta Satpol PP Inhu untuk segera menghentikan kegiatan pembangunan tower di Kelurahan Tanjung Gading hingga permasalahan selesai," pintanya.

Sementara itu, Praktisi Hukum yang juga pengecara, Dody Fernando SH MH mengatakan, berdasarkan keterangan dari beberapa orang yang bertanda tangan di surat bukti pemberian izin atas pendirian menara Telekomunikasi bersama izin warga atau tetangga dalam radius menara Telekomunikasi, mengatakan bahwa tidak ada melakukan penanda tanganan surat tersebut.

"Berdasarkan hal itu, dalam waktu dekat ini akan segera kita LP-kan," singkatnya.

Terpisah, Lurah Tanjung Gading Andrianto SE mengatakan, keluhan masyarakat terkat tower itu akan segera ditindaklanjuti. "Kami akan segera melakukan koordinasi dengan camat dan BPMD-PPT dalam waktu dekat ini," sebutnya.

Sementara itu, Camat Pasir Penyu Bambang Indramawan menjelaskan bahwa pihaknya hanya memberikan rekom, yang mengkeluarkan izin adalah BPMD-PPT,  dan beberapa warga yang radius 50 meter sudah setuju dengan bedirinya tower tersebut.

"Coba saja konfirmasi pak Gandi, karena beliau-lah yang mengurus semua ini," singkatnya. Namun Gandi yang dimaksud camat belum berhasil dikonfirmasi.

Penulis
: Heri
Editor
: Angga
Sumber
: Datariau.com
Tag: