Sampah Menumpuk, DPRD Pekanbaru Pertanyakan Kinerja PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah

Reza
186 view
Sampah Menumpuk, DPRD Pekanbaru Pertanyakan Kinerja PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah

PEKANBARU, datariau.com - Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Pasla kembali menyoroti kinerja PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah selaku dua perusahaan pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru. Pasalnya, penumpukkan sampah masih terjadi di sejumlah Pasar.

"Tentu kita sangat sayangkan, karena dua perusahaan yang ditunjuk pengelolaan sampah ini sudah bekerja sejak bulan April lalu. Penumpukkan sampah yang ada dipasar ini jelas menjadi permasalahan besar bagi kita sekarang," kata Roni, Senin (21/6/2021).

Roni menyebut, Komisi IV DPRD akan segera memanggil dua perusahaan pengelolaan sampah yakni PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah terkait penumpukkan sampah yang ditemukan di sejumlah Pasar.

Dikatakan Roni, pihaknya akan mempertanyakan kendala-kendala yang dialami oleh kedua perusahaan tersebut dalam mengangkut sampah yang berada di Pasar. Diantaranya mengecek jumlah armada yang disediakan oleh kedua perusahaan dalam mengangkut sampah-sampah yang berada di Pasar.

"Sejak awal itu mereka menjamin ketika kontrak sudah dilaksanakan, permasalahan-permasalahan sampah seperti penumpukan itu tidak terjadi. Nah, ini yang menjadi catatan kita di Komisi IV," ujarnya.

Selain di Pasar, Lanjut Roni, permasalahan pengelolaan sampah juga terjadi di kawasan permukiman rumah. Pasalnya, pihak-pihak lain yang diluar dari dua perusahaan pengelolaan sampah itu kedapatan melakukan pemungutan sampah.

"Sementara TPA tidak menerima sampah-sampah selain dari kedua perusahaan yang ditunjuk dan juga DLHK yang beroperasional di Rumbai. Nah, jadi ini kemana sampahnya mereka buang, apakah ini justru penumpukan yang terjadi pasar-pasar ini adalah sampah dari pemukiman yang dikelola oleh pihak lain," jelasnya.

Politisi PAN ini meminta DLHK agar melihat kembali klausul kontrak dari PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah selaku dua perusahaan pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru.

"DLHK harus melihat klausul kontrak itu. Jadi apa yang dilanggar, atau apa yang tidak ditepati. Ketika penumpukkan itu lebih dari satu hari tentu akan menjadi permasalahan. Ada yang tidak dikerjakan sesuai dengan semestinya oleh dua perusahaan ini," pungkasnya. (end)

Tag:sampah