TAMBANG, datariau.com - Sungai Tarai di Desa Tarai Bangun yang airnya berwarna merah kini memakan korban. Salah seorang pelajar SD bernama Rangga Fernandes (9) tenggelam di sungai tersebut saat mandi bersama dua rekannya, Rabu (12/11/2014) sekitar pukul 10.00 WIB. Jasad korban ditemukan mengapung oleh warga setempat setelah beberapa jam pencairian.
"Dia bertiga, mereka ini sekolah di SDN 034 Tarai Bangun Jalan Suka Ramai, tak jauh dari sungai itu. Karena mereka masuk siang maka mereka mandi dulu ke sungai. Rupanya air sungai sedang pasang, mereka tak pandai berenang makanya tenggelam," ujar salah seorang warga Zardi, kepada datariau.com, Kamis (13/11/2014) saat ditemui di Masjid Al Muhajjirin Tarai Bangun, tempat jasad Rangga dishalatkan.
Menurut Zardi yang memiliki kebun karet tak jauh dari sungai Tarai Jalan Bupati ini, saat ia pulang dari kebun memang melihat Rangga dan dua rekannya sedang ada di sungai. Zardi tak menduga kalau mereka ingin mandi. "Baru sampai di rumah saya dapat kabar kalau ada anak tenggelam di sungai, saya langsung bergegas lagi ke sungai untuk mengecek," ujarnya.
Diketahuinya Rangga tenggelam setelah dua teman Rangga teriak dan didengar oleh salah seorang pengendara yang melintas di jembatan Sungai Tarai tersebut. "Ada mobil lewat, dengar anak-anak teriak bilang ada yang hanyut, langsung lah orang mobil itu memanggil warga lainnya untuk memberikan pertolongan," tuturnya.
Sekitar satu jam setengah pencarian di sungai, akhirnya jasad Rangga ditemukan mengapung di pinggir sungai dalam kondisi tak bernyawa.
"Kemudian jasad dibawa ke rumah orangtuanya di Perumahan Mawaddah 2 Tarai Bangun. Sempat juga jasadnya diperiksa di klinik dokter di perumahan atas permintaan orangtua, ternyata memang sudah tidak bernyawa," ujar Zardi lagi.
Jasad korban kemudian bermalam di rumahnya karena menunggu sang nenek dari kampung. Malang lagi, ayah dari Rangga ternyata bekerja di Malaysia dan tidak dapat tiket untuk pulang. Karena tak mungkin menunggu akhirnya jasad Rangga dikebumikan pada hari ini Kamis.
"Korban dikemumikan di kampungnya Sumatera Barat, tapi disembahyangkan di sini (Masjid Al Muhajjirin Tarai Bangun)," ungkap Ketua RW 03 Dusun IV Tarai Bangun Indra Anis.
Ibu korban Vina Sandra (32) tampak sangat terpukul atas kejadian itu. Dia tak banyak berbicara dan juga tak henti-hentinya warga setempat memberikan belasungkawa hingga akhirnya keluarga korban menuju kampung di Sumatera Barat menggunakan ambulan. (rik)