Bekerja Selama 3 Tahun

PT ATM Maredan Belum Angkat Buruhnya Menjadi Karyawan Tetap, Marudut: Sanksi, Hukum Itukan Perintah Dan Larangan

Hermansyah
751 view
PT ATM Maredan Belum Angkat Buruhnya Menjadi Karyawan Tetap, Marudut: Sanksi, Hukum Itukan Perintah Dan Larangan
Internet

SIAK, datariau.com - Perusahaan yang bergerak dibidang pengolahaan kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) PT Anugerah Tani Makmur (ATM) Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, belum mengangkat Pekerja Kontrak Waktu Tertentu (PKWT) menjadi karyawan tetapnya.

Menurut keterangan dari salah satu pekerja yang tidak mau disebutkan namanya itu mengungkapkan, bahwa dirinya telah bekerja hampir lebih kurang selama 3 tahun berturut-turut, namun hingga saat ini belum diangkat menjadi karyawan tetap oleh perusahaan tempatnya bekerja saat ini.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Siak Dapil 3 Tualang sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Siak dari fraksi Partai Persatuan Demikrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Marudut Pakpahan SH menyebutkan, bahwa pekerja yang disebut dengan Pekerja Kontrak Waktu Tertentu (PKWT), jadi pekerja yang sudah bekerja selama 3 tahun maka pada tahun ke 4 itu wajib menjadi karyawan tetap perusahaan tersebut.

"Pekerja ini disebut dengan PKWT, apakah mereka ini masih kontrak atau tidak, jadi pekerja ini yang sudah bekerja dan masuk pada tahun ke 4 mereka ini wajib menjadi karyawan tetap atau PKT dengan syarat dengan status perusahaan yang sama," imbuh Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Siak Dapil 3 Tualang tersebut kepada datariau.com kemarin.

Lanjutnya, ketika menandatangani kontrak pekerja dengan pihak perusahaan tersebut harus sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Siak lebih kurang Rp2,8 juta. Dan pada tahun selanjutnya wajib diangkat menjadi karyawan tetap dimana pekerja tersebut bekerja.

"Seharusnya mereka ini membuat kontrak antara pekerja dengan perusahaan sesuai dengan upah minimum kabupaten kita sebesar Rp2.809.443,- dan jika mereka bekerja sudah selama 3 tahun lamanya kemudian pada tahun ke 4 mereka wajib menjadi karyawan tetap (Permanent Employee)," sebut Marudut Pakpahan SH, Rabu (6/2/2018).

Ketika ditanya jika ada perusahaan yang melanggar perundang-undangan terkait ketenagakerjaan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Siak Dapil 3 Tualang itu menjelaskan, bahwa jika masa training atau masa percobaan itu ada pertahun, jika masa kontraknya selama 3 bulan dan dalam masa itu pekerja pun bisa saja dipotong oleh pihak perusahaan.

Sementara itu, ketika ditanya perihal bagaimana tanggapan perusahaan jika melanggar Undang-Undang yang telah ditetapkan, maka perusahaan wajib mendapatkan sanksi.

"Iya, perusahaan di sanksi, hukum itukan perintah dan larangan," pungkasnya.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com