Mikrofon Mati Saat Pembacaan Teks Proklamasi, Bupati Kuansing Diimbau Jatuhkan Sanksi pada Pihak Terkait

@ruslandatariau
798 view
Mikrofon Mati Saat Pembacaan Teks Proklamasi, Bupati Kuansing Diimbau Jatuhkan Sanksi pada Pihak Terkait
Gambar: riauterkini.com
Insiden matinya mikrofon saat pembacaan teks proklamsi ketika berlangsungnya Upacara HUT ke-73 RI, berbuntut panjang. Bupati diminta menindak tegas pihak yang bertanggung jawab.

TELUK KUANTAN, datariau.com - Ketua Komisi C DPRD Kuansing Andi Cahyadi, dengan tegas menyampaikan kepada bupati H Murisni, agar memberikan sanksi terhadap pihak terakait atas insiden matinya mikrofon pada saat pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Andi Putra pada upacara HUT RI ke-73 lalu.

Hal ini disampaikan Andi Cahyadi, dihadapan peserta sidang saat paripurna Dewan dengan agenda jawaban pemerintah, Senin (20/8/2018) siang.

Menurut Andi Cahyadi, kejadian ini sangat tidak pantas terjadi, sebab prosesi ini sangat sakral sekali. Karena detik-detik Proklamasi ini dinantikan peserta upacara.

"Untuk itu bupati saya minta memberikan sanksi terhadap pihak yang bertanggunjawab atas masalah ini, karena ini sangat memalukan sekali," tegas Andi Cahayadi.

Tidak hanya itu, kepada bupati, ketua Komisi C low profil ini, juga menyampaikan persolan saat pembukaan pacu Jalur, di Kecamatan Kuantan Tengah, yang digelar di Pulau Godang Kari beberapa waktu lalu.

Yakni masalah undangan, dimana saat itu ketua DPRD yang turut diundang, tidak diberlakukan sebagai bagian dari Forkompimda.

"Inilah akbitanya, jika jabatan diberikan kepada seseorang yang tidak sesuai tupoksinya," ungkap Andi Cahyadi.

Menanggapi hal itu, Andi Putra Ketua DPRD Kuansing, tidak mempersoalkan hal tersebut sama sekali. Namun, yang ia sayangkan saat pembacaan teks Proklamasi tidak kedengaran oleh peserta upacara menurutnya itu saja.

"Sudah lah bagi saya tak ada masalah, jangan dipersoalkan lagi ya, pak Andi Cahyadi," jawab Andi Putra dengan sikap bijak.

Muradi, Kabag Humas dan Protokol Setda Kuansing, saat dijumpai usai sidang piripurna, terkait masalah ini, ia mengatakan sebelum ketua DPRD membacakan teks Proklamasi, kondisi mix kata dia tidak ada masalah dan siap pakai.

"Sebelumnya tak ada masalah, bahkan ini sempat juga saya tanyakan ke anggota saya, juga tak masalah," jelas Muradi.

Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: riauterkini.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com