PEKANBARU, datariau.com - Perkelahian maut antara Bambang Sulaiman (34) alias Abeng dengan ketua preman Pasar Dupa, Deri Rahman Tanjung (45) yang terjadi 14 September 2016 silam direkonstruksi oleh tim Unit Reskrim Polsek Bukit Raya, Rabu (12/10/16) siang. Sedikitnya, 18 adegan diperagakan hingga akhirnya perkelahian maut itupun menewaskan si ketua preman, Deri karena nyawa kehabisan darah.
"18 Adegan kita lakukan untuk menggambarkan peristiwa perkelahian antara korban (Deri) dan Tersangka (Abeng). Dari beberapa adegan yang digelar, terlihat jelas kalau korban sempat berduel dengan tersangka. Korban membawa kayu, sedangkan tersangka menggunakan sebilah parang. Korban kalah dan kemudian tewas kehabisan darah karena terkena sabetan parang di lengan tangannya," ujar Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, AKP Sihol Sitinjak di sela memimpin jalannya rekonstruksi.
Disaksikan oleh pihak Kejaksaan Negeri Pekanbaru, rekonstruksi itu sendiri terpaksa dilaksanakan di halaman Mapolsek Bukit Raya. Menurut Sihol, pihaknya sengaja tidak menggelar rekonstruksi di TKP (Pasar Dupa) karena kondisi keramaian serta keamanan yang tak memungkinkan.
Sementara itu, di lokasi rekonstruksi, duel saling pukul dan serang antara korban maupun tersangka itu mulai terlihat ketika memasuki adegan ke 10, 11, 12, 13, 14 dan 15. Dimulai dari adegan ke 10, korban lebih dulu memukulkan kayu yang dibawanya ke arah kepala tersangka. Berlanjut di adegan berikutnya, tersangka tidak diam saja dan langsung menangkis pukulan tersebut sambil menyabetkan parang miliknya ke lengan korban.
Duel pun semakin memanas ketika di adegan ke 14, korban berupaya merebut parang tersangka lalu menjepitkannya di ketiaknya. Berikutnya, lagi-lagi tersangka memberikan perlawanan, dengan sekuat tenaga tersangka menarik parang itu dari jepitan ketiak korban hingga bagian tajamnya merobek lengan korban. Darah pun seketika bercucuran, namun duel keduanya masih terus berlanjut tanpa ada yang berani melerai.
Memasuki adegan ke 16, korban masih sanggup berupaya merebut parang korban dan menggenggam ujung dari parang tersebut. Tapi untuk yang kedua kalinya, tersangka kembali menarik parang itu dari genggaman tangan korban sampai melukai tangan dan jari korban.
"Di adegan terakhir, korban sempat pula dilarikan ke RS Syafira oleh beberapa orang saksi. Namun ketika sudah di rumah sakit, nyawa korban tak tertolong lagi. Korban tewas kehabisan darah," sebutnya.
Pantauan lain, reka ulang itu juga menjadi perhatian warga sekitar. Bahkan tak sedikit pula sejumlah warga dari Pasar Dupa datang langsung ke Mapolsek Bukit Raya untuk menyaksikan proses rekonstruksi.