Waspada Ancaman Penyakit Saat Banjir

Oleh : Muhammad Rizki, SKM TPKIP Ahli Pertama Puskesmas Rimba Melintang
Samsul
2.029 view
Waspada Ancaman Penyakit Saat Banjir
Muhammad Rizki, SKM (TPKIP Ahli Pertama Puskesmas Rimba Melintang)

ROHIL, datariau.com - Banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang memiliki daerah resapan air kurang memadai. Banjir juga menjadi masalah yang sampai saat ini masih menjadi perhatian. Hal ini dikarenakan banjir dapat mempengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat termasuk salah satunya masalah kesehatan.

Tingginya curah hujan di Kabupaten Rokan Hilir, menyebabkan banjir hampir seluruh Kecamatan Kabupaten Rokan Hilir dan satunya adalah Kecamatan Rimba Melintang.

Selain banjir itu sendiri, kita tetap juga harus waspada dengan berbagai penyakit yang disebabkan oleh banjir. Lembaga Kesehatan Dunia WHO menyebutkan bahwa banjir bisa berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit. Diantaranya adalah :

1. Penyakit yang disebarkan melalui air

WHO menyebut bahwa banjir terkait dengan peningkatan risiko infeksi, khususnya yang disebabkan oleh kontaminasi fasilitas air minum.

Air banjir yang berwarna cokelat pekat jelas membawa banyak benda kotor seperti kotoran manusia. Tidak hanya kotoran manusia, kotoran binatang pengerat seperti tikus yang membawa virus Leptospirosis juga menjadi ancaman.

Kontak selaput lendir mata, hidung, dan luka terbuka pada kulit dengan air seni dan kotoran tikus yang tercampur dalam air banjir dapat menyebabkan kerusakan organ hati, ginjal, paru-paru, jantung, dan otak. seseorang yang terjangkit infeksi tersebut akan mengalami gejala demam tinggi, mata merah, kulit menjadi kuning, dan nyeri otot betis. Masa inkubasi penyakit ini rata-rata berkisar selama sepuluh hari.
Beberapa penyakit lain di antaranya adalah penyakit yang menyebar melalui air seperti diare, tipes, kolera, tetanus, sampai hepatitis A.

2. Penyakit karena vektor

Secara tidak langsung, banjir menyebabkan peningkatan penyakit yang disebabkan oleh vector atau hewan pembawa pembawa penyakit, misalnya adalah nyamuk, tikus atau ular.Banjir memungkinkan nyamuk berkembang biak. Akibatnya penyakit seperti malaria, demam berdarah dan demam west nile yang disebabkan oleh west nile virus.

Banyaknya genangan air yang timbul akibat banjir dapat menyebabkan serangan tersebut berkembang biak dengan leluasa dan menyebarkan berbagai penyakit akibat nyamuk seperti demam berdarah, chikungunya, dan kaki gajah.Sebelum banjir datang, biasakan mengubur barang-barang yang dapat menampung air seperti kaleng bekas, jaga selalu kesehatan, dan segera bersihkan rumah sesaat setelah banjir surut.