?Seharusnya tidak ada salam dan bentuk kontak fisik lainnya, tapi hari ini saya lihat ?salam kepalan tangan? tidak hanya menjadi tren tetapi beberapa orang bahkan saling berpelukan,? kata Wakil Menteri Kesehatan, Noor Azmi Ghazali, dalam sesi tanya jawab dengan Dewan Negara, seperti dikutip dari Free Malaysia Today.
?Kami menyarankan meletakkan tangan di dada dan sedikit membungkuk sebagai tanda hormat. Kami mendorong orang-orang untuk berhati-hati, ? lanjut Noor Azmi.
Dalam sesi tanya jawab itu, Senator Lim Pay Hen bertanya tentang rencana pemerintah, termasuk penunjukan petugas medis, dalam menangani pandemi mengingat menurut sejumlah ilmuwan pandemi dapat berlangsung selama dua tahun lagi.
?Kami akan terus memantau pandemi ini karena kami belum sepenuhnya mengetahui penyakitnya,? kata Noor Azmi.
Noor Azmi menambahkan saat ini upaya pencegahan terus dilakukan oleh pemerintah Malaysia, dan meminta warga untuk menggunakan masker, mencuci tangan dan menerapkan physical distancing.
Azmi mengatakan Malaysia telah terbukti menjadi salah satu negara yang mampu mengelola dan mengendalikan virus corona dengan baik hingga mendapatkan pengakuan dunia.
Dia mengatakan pemerintah akan melipatgandakan upayanya dalam memerangi pandemi.
Menurutnya saat ini swab tes COVID-19 dilakukan pada orang dengan gejala atau yang berisiko tinggi.
Meski demikian pemerintah tidak akan memberikan layanan secara gratis, namun akan memberikan swab secara berkala kepada guru-guru di sekolah.
?Pemerintah telah menyusun SOP untuk berbagai subsektor termasuk pendidikan, oleh karena itu kepatuhan terhadap SOP penting untuk mencegah penyebaran Covid-19 di sekolah-sekolah,? lanjut Azmi.
Hingga Rabu (9/9), Malaysia mencatat jumlah kasus corona sebanyak 9.559 dan 128 kasus kematian. (*)
Sumber
: https://kumparan.com/kumparannews/upaya-baru-malaysia-cegah-corona-larang-salam-fist-bump-1uAI2bMm4u1/full
-
Pendidikan
-
Pendidikan
-
Pendidikan
-
Pendidikan
-
Pendidikan
-
Pendidikan