Buat Hand Sanitizer Alami, Mahasiswa KKN UNRI Bikin Tertarik Masyarakat Desa Banglas Barat

Rahmad
507 view
Buat Hand Sanitizer Alami, Mahasiswa KKN UNRI Bikin Tertarik Masyarakat Desa Banglas Barat
foto : Rahmad Santoso
Mahasiswa KKN Universitas Riau mensosialisasikan pembuatan hand sanitizer berbahan alami daun sirih kepada masyarakat.

MERANTI, datariau.com - Ditengah wabah pandemi Covid-19, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Riau (UNRI) Tahun 2020 menciptakan hand sanitizer yang terbuat dari bahan alami daun sirih. Antiseptik atau pembersih tangan itu ternyata membuat masyarakat menjadi lebih tertarik, karena lebih efektif, efisien, dan aman.


Proses pembuatan hand sanitizer itu langsung disosialisasikan oleh Mahasiswa KKN di Aula Kantor Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti, Kamis (18/6/20) kemarin. Kegiatan itu digelar sesuai dengan protokol kesehatan dan disambut baik oleh Kepala Desa Banglas Barat, Asnawi Nazir, RT/RW, dan masyarakat desa.


Disela-sela sosialisasi, Ketua Kukerta Relawan Covid-19 Satgas Desa UNRI, M Aliv Kusuma Putra mengatakan, hand sanitizer alami dari daun sirih merupakan antiseptik atau pembersih tangan yang lebih efektif dan efisien jika dibandingkan dengan menggunakan sabun dan air. Sehingga masyarakat banyak yang tertarik menggunakannya.


“Kelebihan hand sanitizer memang dapat membunuh kuman lebih dalam waktu relatif, karena mengandung senyawa alkohol (ethanol, propanol, isopropanol) dengan konsentrasi yang dianjurkan oleh WHO yaitu 96 persen. Tapi apabila antiseptik ini digunakan berlebihan dan terus menerus maka akan mengakibatkan iritasi dan rasa terbakar pada kulit,” jelasnya.


Oleh karena itu, lanjut pria yang akrab disapa Putra itu, Mahasiswa Kukerta Relawan Covid-19 Satgas Desa membuat hand santizer alami dengan menggunakan ekstrak tanaman alam daun sirih yang mengandung sifat anti bakteri dan lebih aman untuk kulit.


“Daun sirih hijau mengandung zat seperti saponin, flafonoid, polifenol, dan minyak atsiri yang dapat membunuh kuman yang lebih aman untuk kulit,” kata Putra.


Sosialisasi ini, dikatakan Putra, masyarakat sebelumnya diberikan materi mengenai hand sanitizer alami menggunakan proyektor. Kemudian ia menjelaskan proses pembuatannya dari awal hingga menjadi hand sanitizer daun sirih yang siap digunakan.


“Mula-mula daun sirih dihaluskan lalu direbus dengan air, setelah mendidih rebusan didinginkan. Lalu disaring airnya dalam wadah yang sudah diberi perasan jeruk nipis. Kenapa menggunakan jeruk nipis? Agar air sirih terhindar dari teroksidasi. Setelah itu cairan daun sirih tadi dikemas dalam botol spray dan siap digunakan menjadi hand sanitizer,” terang Putra.


Dia juga berharap dengan diadakannya sosialisasi ini masyarakat desa bisa memanfaatkan daun sirih dan tanaman lainnya yang berkhasiat untuk kesehatan dalam melawan covid-19.


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Banglas Barat, Asnawi Nazir mengatakan, sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat agar terhindar dari Virus Corona atau Covid-19. Apalagi hand sanitizer yang terbuat dari bahan alami ini lebih aman, karena terbuat dari bahan ekstrak alami daun sirih.


“Untuk itu, marilah kita membudayakan tanaman yang mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan, terutama daun sirih dan jeruk nipis,” ujar Asnawi Nazir.


Dapat disampaikan pula, usai sosialisasi masyarakat mendapat doorprize berupa hand sanitizer yang sudah siap digunakan. Sosialisaskan ini dilakukan oleh Tim Kukerta Relawan Lawan Covid-19 Universitas Riau ini beranggotakan yaitu, Cindy anisa (FKIP), Juni ardi (FT), M Aliv Kusuma Putra (FAPERIKA), Silvia (FISIP) dan Windi Heliana Deriska (FMIPA).(mad)

Penulis
: Rahmad Santoso
Editor
: Redaksi
Sumber
: datariau.com