Apakah Virus Corona Bisa Menginfeksi Usus, Selain Paru-Paru, Ini Penjelasan Para Ilmuwan

Datariau.com
289 view
Apakah Virus Corona Bisa Menginfeksi Usus, Selain Paru-Paru, Ini Penjelasan Para Ilmuwan
Merdeka.com

DATARIAU.COM - Berdasarkan penelitian terbaru, virus corona bisa menginfeksi usus, selain sistem pernapasan.


Sebelumnya para ilmuwan menemukan materi genetik dari virus yang menyebabkan penyakit tersebut, atau virus itu sendiri, dalam tinja pasien - meningkatkan kekhawatiran virus dapat ditularkan melalui kotoran.


Otoritas kesehatan China juga mengakui diare sebagai gejala penyakit Covid-19 dalam pedoman pengobatan resmi.


Namun, para ilmuwan tidak yakin apakah usus itu bisa terinfeksi dan virus corona - yang secara resmi dikenal sebagai Sars-CoV-2 - berkembang biak di dalam usus, tetapi penelitian terbaru oleh para peneliti Belanda dan China mendukung teori ini.


Mereka menemukan dalam 60 jam jumlah sel yang terinfeksi telah "meningkat secara dramatis", sementara mekanisme pertahanan virus - yang dikenal sebagai gen yang dirangsang interferon - telah diaktifkan.


Penelitian ini, dipublikasikan majalah Science pada 1 Mei, menunjukkan virus baru bisa menginfeksi sel-sel serap - dikenal sebagai entrosit - yang melapisi permukaan dalam usus dengan cara yang sama seperti infeksi SARS. Kedua virus dapat menempel pada enzim reseptor yang dikenal sebagai ACE2, yang jumlahnya banyak di dalam sel.


Para peneliti - dari Hubrecht Institute di Utrecht, Pusat Medis Universitas Erasmus di Rotterdam dan Universitas Maastricht - menumbuhkan model kultur sel usus untuk melihat bagaimana sel-sel yang melapisi usus merespon SARS dan virus corona baru.


"Tim berencana menggunakan kultur sel yang dikembangkan di laboratorium untuk melihat perbedaan antara infeksi pada sel-sel usus dan paru-paru - bagian lain yang kaya ACE2. Pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini memberikan bukti yang pasti bahwa virus corona baru dapat berkembang biak dalam sel-sel gastrointestinal risalah," jelas salah satu peneliti utama Universitas Erasmus, Bart Haagmans, dilansir dari South China Morning Post, Selasa (5/5).


"Namun, kami belum tahu apakah (virus corona baru) muncul dalam usus pasien Covid-19 yang memainkan peran penting dalam penularan. Temuan kami menunjukkan bahwa kami harus melihat kemungkinan ini lebih dekat," lanjutnya.


Para peneliti Belanda mengatakan terkejut menemukan jumlah reseptor ACE2 dalam sel-sel usus membuat sedikit perbedaan pada tingkat di mana usus bisa terinfeksi - menunjukkan bahwa kendati tingkat rendah enzim reseptor akan cukup untuk memungkinkan virus masuk ke dalam tubuh.

Penelitian Belanda ini menggaungkan dua penelitian terbaru para peneliti China di Universitas Sun Yat-sen (SYSU) Guangdong.


Para peneliti dari Rumah Sakit Afiliasi Fifth SYSU, menemukan, di antara 73 pasien Covid-19, asam ribonukleat (RNA) dari virus corona ditemukan dalam 53 persen tinja.


Sekitar 23 persen hasilnya positif setelah sampel pernapasannya dinyatakan negatif.


Para peneliti mengatakan temuam mereka, dipublikasikan jurnal Gastroenterology bulan ini, menyatakan virus bisa menginfeksi usus dan bisa ditularkan melalui tinja, misalnya dalam bentuk partikel.


Sementara itu, rekan mereka dari Sixth Affiliated Hospital secara retrospektif menganalisis data dari 230 pasien Covid-19 dari Provinsi Guangdong, Hubei dan Jiangxi antara 19 Januari dan 6 Maret.


Mereka menemukan 21 persen pasien mengalami diare, dan ada korelasi yang jelas antara temuan terbaru ini dan pasien disebutkan menderita gejala yang lebih parah, seperti membutuhkan dukungan ventilator atau perawatan di ICU. (*)

Editor
: Samsul
Sumber
: Merdeka.com
Tag:Corona
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)