PERAWANG, datariau.com - Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri Msi di dampingi istrinya Rasyidah Alfedri hadiri Konser Nasyid Perduli Dunia Islam (Rohingya, Palestina dan Suriah). Sekaligus acara Tabligh Akbar bersama Ustadz Nandang Burhanuddin (Pengamat Dunia Islam Internasional) yang bertempat di GOR Tualang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, Ahad (1/10/2017) pagi.
Acara yang berlangsung dengan penuh semangat itu, dibuka dengan penampilan Drama Palestina oleh SD IT, ditambah dengan penampilan energik yang menambah semakin semangat acara oleh Nasyid Legendaris Shoutul Harokah yang berasal dari Bandung dan juga merupakan Tim Nasyid Aksi 212.
Di acara tersebut punbtampak hadir Camat Tualang Zalik Effendi Ssos, Presidium KA KAMMI Riau Juprizal S.Thi, Ketua FPI Kabupaten Siak, FPI Kecamatan Tualang beserta anggota, seluruh penghulu, dan seluruh pimpinan ormas-ormas islam lainya.
Saat itu Wakil Bupati Alfedri berkesempatan memberikan orasi kepada seluruh hadirin yang hadir, dengan suara yang lantang, ia serukan kepada semuanya untuk bersama perjuangkan hak kaum muslimin di Rohingya, Suriah, dan Palestina.
"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Siak hari ini hadir disini untuk bersama-sama dengan saudara-saudara kami yang ada di Perawang beserta FPI dan KAMMI. Mari bersama kita perjuangkan saudara kita di Palestina, Suriah, dan Rohingya untuk menegakkan kebenaran, keadilan, serta menggapai hak-haknya," sebutnya.
Selanjutnya, Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri Msi menyebutkan bahwa dalam acara ini nantinya akan digalang dana untuk membantu korban di Palestina dan sebagainya. Seperti di Kabupaten Siak sendiri, perjuangan penggalangan dana sudah dilakukan, masyarakat Kabupaten Siak berhimpun baik itu dari FPI maupun dari berbagai organisasi di rumah-rumah ibadah maupun kecamatan-kecamatan.
"Bahkan, kami juga dari Kwarcab Pramuka akan menyerahkan dana Rp 20 juta rupiah dengan perjuangan untuk saudara-sauara kita ini. Semua bergerak untuk membantu saudara kita, ini artinya umat tau, bahwa satu orang muslimin kita yang di sakiti tubuhnya kita juga merasakannya. Wajib untuk kita berjuang, tidak di bidang gencat senjata disana kita harus membantunya dengan materi dan apa yang ada pada diri kita minimal dengan mendo'akan mereka disana," ujarnya.
Kemudian lanjut mantan Ketua BAZNAS Kabupaten Siak ini mengatakan, Pemerintah Daerah menyambut baik dan mendukung upaya untuk membantu saudara disana. Apa yang terjadi pada saudara di Palestina, hari ini 1 Oktober 2017, tentunya mengingatkan kembali pada Peristiwa Pengkhianatan G-30 S/PKI yang sangat menyakitkan dan menyedihkan.
"Makanya ini mari kita jadikan suatu Ikhtibar untuk mengingatkan kita kembali, bahwa apa yang telah terjadi di tahun 1965 tidak boleh terjadi di negara kita ini, termasuk paham-paham seperti Syi'ah. Mari kita bersama perkuat Rasis Umat Islam, kita bergandeng tangan bersama menegakkan nama Allah SWT dimuka bumi ini dengan tetap mempertahankan Ideologi Pancasila dan tidak boleh ada Ateisme di negeri kita ini yang mengancam NKRI," pungkasnya.