Kisah Petani Nenas di Kampar Sukses Sekolahkan 5 Anak Hingga Sarjana S1

datariau.com
2.261 view
Kisah Petani Nenas di Kampar Sukses Sekolahkan 5 Anak Hingga Sarjana S1
Riki
Petani nenas Kampar, Muslimin saat memperlihatkan hasil olahan makanan dari nenas.

TAMBANG, datariau.com - Ucapan syukur berkali-kali terlontar dari mulut bapak tua bernama Muslimin saat berbincang dengan datariau.com di tempat usahanya, Sabtu (22/10/2016) sore kemarin.

Ya, Muslimin yang merupakan petani kebun nenas di Desa Kualu Nenas kecamatan Tambang kabupaten Kampar ini merupakan petani yang sukses menyekolahkan seluruh anaknya yang berjumlah 5 orang hingga sarjana S1. Bermodalkan kebun nenas seluas 2 hektare dan usaha keripik nenas yang dimilikinya, dengan gigih dan berdoa, kini di usianya yang senja, sudah menikmati hasilnya.

"Alhamdulillah, Allah membantu kita, semua anak kami sudah sarjana S1. Empat wanita dan satu laki-laki. Empat orang sudah menikah tinggal yang paling kecil sama kita," kata Muslimin menceritakan.

Seiring perjalanan waktu, kata Muslimin, usha nenas saat ini tidak lagi seperti yang dahulu. Dalam dua tahun belakangan ini dirinya tidak lagi merasakan subsidi pemerintah dalam hal listrik dan gas elpiji.

"Sebulan kita bayar listrik mencapai Rp3 juta lebih. Dulu paling tingginya hanya Rp1,5 juta. Kita punya 4 penggoreng keripik yang semuanya memang menggunakan aliran listrik," sebut Muslimin.

Begitu juga perhatian pemerintah kabupaten Kampar tempat dia berdomisili dan berusaha, selama 5 tahun belakangan petani nenas menurutnya "dicuekin" pemerintah.

"Nenas saat ini susah hidup karena lahan gambut tempat nenas tumbuh sudah kering. Ini diakibatkan pembangunan yang terjadi sangat pesat, sehingga air tidak mengalir ke kebun nenas. Maka kita minta pemerintah membuat kanal-kanal agar lahan nenas ini tetap lembab. Dengan begitu juga lahan gambut ini tidak akan terbakar jika kondisinya basah," pinta Muslimin.

Muslimin berharap, siapapun pemimpin Kampar yang akan terpilih dalam Pilkada 2017 mendatang, bisa memperhatikan petani nenas. Tidak melulu mempromosikan keripik nenas saat ada momen seremonial yang justru hanya menguntungkan pemerintah yang mendapat nama.

"Bantulah kami memasarkan, bantu juga kami untuk bisa mendapatkan bahan baku dengan baik seperti nenas dan nangka. Nenas kini susah berbuah, nangka begitu pula," pintanya.

"Jangan sampai Kualu Nenas nanti tinggal nama, karena olahan makanan nenas ini hanya ada satu-satunya di Kualu Nenas Kampar dan ini ikon Kampar bahkan oleh-oleh khas Riau, jangan sampai punah," pungkasnya.

Penulis
: Riki
Editor
: Ummu SH
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)