Nabung Uang Logam Ditolak

Kecewa, Nasabah BNI Akhirnya Memilih Menabung ke BRI

datariau.com
8.460 view
Kecewa, Nasabah BNI Akhirnya Memilih Menabung ke BRI
Heri
Uang koin milik Kumala yang ditolak BNI Air Molek.

RENGAT, datariau.com - Kecewa atas penolakan pihak Bank BNI Cabang Air Molek, Kumala, nasabah Bank BNI berencana pindah bank untuk menabungkan uang koinnya.

Kumala saat ditemui datariau.com di kediamannya, Kamis (14/7/2016) mengatakan, bahwa dirinya sudah tidak ingin lagi berurusan dengan Bank BNI pasca ditolaknya ia saat menabungkan uang logam/koin sebanyak Rp1 juta pada hari Senin lalu, alasan bank karena uang receh masih banyak stoknya dan juga sibuk.

"Rasa kecewa dan kesal atas penolakan pihak Bank BNI cabang Air Molek rasanya belum terobati, maka uang logam tersebut belum saya tabungkan," ungkapnya.

Uang logam tersebut rencana akan ditabungkan ke Bank BRI besok pagi Jum'at menggunakan rekening orangtuanya.

"Menabung lebih baik ke bank lain saja, karena menabung di Bank BNI terlalu banyak alasan, padahal kita mau menabung, bukan mau berhutang," keluh Kumala yang bermukim di Kelurahan Tanah Merah ini.

Menyikapi hal ini, Tokoh Masyarakat, Jumadi mengatakan, tidak ada aturan bank tidak menerima uang recehan, dan ia pun terkejut baru kali ini mendengar ada bank menolak nasabah yang hendak menabung.

"Kita berharap Bank Indonesia dapat memberikan sanksi dan tindakan tegas terhadap pegawai bank maupun kepala Bank BNI unit Air Molek. Dengan menolak nasabah menabung uang logam, berarti mereka tidak memahami peraturan perundang-undangan tentang perbankkan dengan baik," terang Jumadi yang juga aktivis salah satu LSM di Inhu.

Diterangkannya, bahwa uang yang sudah tidak berlaku atau uang luar negeri saja bisa ditukarkan atau ditabungkan di bank dalam negeri, namun atas peristiwa penolakan Kumala menabung uang koin ini, menjadi tanda tanya bagi masyarakat, ada apa dengan Bank BNI.

"Masa iya uang receh tidak bisa, alasan bahwa uang receh disaat hari raya idul fitri mencapai 3 milar itu bukan alasan yang tepat untuk tidak menerima uang receh, aneh-aneh saja, jangan bodohi masyarakat awam lah, gak baik begitu," pungkasnya mengingatkan.

Penulis
: Heri
Editor
: Ummu SH
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)