Ini Bahayanya Pamer Harta, Kemesraan dan Pamer Kemewahan

Ruslan
3.788 view
Ini Bahayanya Pamer Harta, Kemesraan dan Pamer Kemewahan
Foto: Internet/Ilustrasi

DATARIAU.COM - Flexing adalah istilah yang baru-baru ini semakin populer. Flexing diartikan sebagai pamer kekayaan atau harta. Di dalam Islam, pamer harta termasuk perbuatan yang dilarang. Apa dampak negatif suka pamer?

Pamer dalam istilah syar’i disebut dengan al fakhr. Dalam kamus Al Mu’jam Al Wasith, al fakhr didefinisikan:

تباهى بمالَهُ وما لقومه من محاسنَ

“Berbangga dengan hartanya dan kelebihan yang dimiliki kaumnya”.

Pamer atau al fakhr itu biasanya dalam perkara duniawi. Seperti memamerkan harta, rumah yang bagus, pakaian yang bagus, mobil yang mewah, pamer makan di restoran mewah, dan semisalnya dalam rangka untuk berbangga.

Sifat suka pamer adalah akhlak yang tercela. Allah ta’ala berfirman:

أَلهَاكُمُ التَكَاثُرُ، حَتَى زُرتُمُ المَقَابِرَ، كَلَا سَوفَ تَعلَمُونَ

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur, Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)” (QS. At Takatsur 1-3).

Allah ta’ala juga berfirman:

إِنَ اللَهَ لا يُحِبُ كُلَ مُختَالٍ فَخُورٍ

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap hamba yang sombong lagi fakhur (suka berbangga)” (QS. Luqman: 18).

Sifat suka pamer juga bertentangan dengan sifat tawadhu’ (rendah hati). Padahal kita diperintahkan untuk tawadhu. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا نَقَصَت صَدَقَةٌ مِن مَالٍ وَمَا زَادَ اللَهُ عَبدًا بِعَفوٍ إِلَا عِزًا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَهِ إِلَا رَفَعَهُ اللَهُ

“Sedekah tidak akan mengurangi harta seseorang. Allah akan menambahkan kewibawaan seseorang hamba yang pemaaf. Tidaklah seorang hamba itu bersikap tawadhu’ kecuali Allah akan tinggikan ia” (HR. Muslim, no.2588).

Dari ‘Iyadh bin Himar radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

وَإِنَ اللَهَ أَوحَى إِلَيَ أَن تَوَاضَعُوا حَتَى لَا يَفخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

“Sungguh Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling tawadhu’ (rendah hati) agar tidak ada seorang pun yang saling fakhr (berbangga diri) pada yang lain dan agar tidak seorang pun berlaku zhalim pada yang lain” (HR. Muslim no. 2865). (*)


Source: yufidtv:Tidak Semua Kebahagiaan Dishare

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)