PEKANBARU, datariau.com - Kompleks Markaz Sunnah Nusantara Al Hijrah saat ini sedang dibangun di Jalan Kayu Putih Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya lebih kurang 1,7 Km dari Stadion Utama Riau, Kota Pekanbaru. Kompleks yang terdiri dari masjid lengkap dengan sarana penunjang serta asrama ini nantinya akan menjadi Pusat Halaqah Ilmiah terbesar di Indonesia.
Ustadz Maududi Abdullah Lc pada kesempatannya menjelaskan, penamaan Kompleks Markaz Sunnah Nusantara Al Hijrah diambil dari berbagai pertimbangan. Nama singkatnya Kompleks Al Hijrah, dinamakan Al Hijrah karena ingin menjadikan solusi bagi siapa saja yang ingin berhijrah ke jalan Allah Subahanahu wa Ta'ala.
"Hijrah maknanya perpindahan, perpindahan terbagi dua, perpindahan dalam maknawi dan perpindahan dalam jasad atau jasmani. Perpindahan jasmani itu yang terkenal dengan dinamakan dengan hijrah, yaitu hijrahnya para Muhajirin dengan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dari Mekkah meuju Madinah," terang Ustadz Maududi.
Namun, kata Ustadz Maududi, perlu diketahui bahwa hijrah dalam istilah maknawi yang tidak jasmani jauh lebih penting dari pada jasmani, bahkan hijrah rohani atau hijrah maknawi itu asal usulnya hijrah jasmani.
Apa itu perpindahan maknawi, orang yang berhijrah sesungguhnya adalah orang yang berhijrah dari apa yang Allah larang dari dirinya, maka inilah perpindahan maknawi.
"Hijrah maknawi, perpindahan dari sesuatu yang kita lakukan dari hal yang tidak dicintai dan tidak diridhoi Allah, kita tinggalkan dan kita pindah kepada sesuatu yang diridhoi dan dicintai Allah Tabaroka wa taala. Itulah asal usul hijrah, di atas inilah dibangun hijrah jasmani," terang Ustadz Maududi.
"Perpindahan jasad, dari sebuah negeri yang penuh di dalamnya maksiat yang tidak diridhio oleh Allah dan dihadangnya dakwah, dihadangnya orang-orang yang berjalan di atas sunnah di tempat itu, pindah ke tempat yang mereka tidak terhalang dan terhadang untuk mengerjakan apa yang mereka dapatkan dari agama Islam, dari dakwah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam," lanjut Ustadz Maududi.
Atas dasar tersebut, nama Al Hijrah diangkat dalam Kompleks Markaz Sunnah Nusantara Al Hijrah. Karena melihat begitu ramainya saat ini umat yang berhijrah, terutama 10 tahun belakangan. Sehingga Kompleks Markaz Sunnah Nusantara Al Hijrah nantinya dipersiapkan menjadi wadah bagi mereka yang ingin menyempurnakan hijrahnya ke arah yang lebih baik dalam agama.
Kemudian dinamakan Kompleks, karena di kawasan Kompleks Markaz Sunnah Nusantara Al Hijrah nantinya akan ada beberapa bangunan, bangunan utamanya adalah masjid dan dilengkapi seluruh sarana-sarana pendukung, sehingga akan menjadi sebuah kawasan kompleks yang semuanya menjadi sarana untuk berhijrahnya para kaum muslimin.
"Nama panjangnya adalah Kompleks Markaz Sunnah Nusantara Al Hijrah, kata markaz diambil dari bahasa Arab, kamus lisan Arab markaz maknanya adalah sebuah tempat permanen domisili yang darinya akan terlahir cabang-cabang dan ini yang kita inginkan, yang kita tuju, apa yang kini kita canangkan akan menjadi markaz utama yang akan lahir setelahnya sesuatu yang menyusul, baik di Sulawesi, Kalimantan, Jawa atau di manapun dari belahan bumi Nusantara ini," ungkap Ustadz Maududi.
Kemudian kenapa dinamakan Sunnah, dijelaskan Ustadz Maududi, karena Sunnah itu adalah Islam, dan Islam itu adalah Sunnah, dan Islam yang benar adalah Islam yang sesuai dengan sunnah, ketika dinamakan sunnah maka dia adalah Islam, karena Islam yang sesuai dengan sunnah, sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.
"Karena kita harus tahu tidak semua orang yang mengatakan Islam apa yang dikatakan itu semua sesuai Sunnah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, dan Islam yang benar adalah Islam yang sesuai dengan sunnah. Oleh karena itu penamaan Sunnah langsung kita arahkan kepada pengambilan namanya karena Sunnah itu adalah Islam," terang Ustadz Maududi.
Selanjutnya kenapa dinamakan Nusantara, dijelaskan ustadz karena markaz ini nantinya tidak khusus untuk warga Pekanbaru atau Sumatera, namun semua untuk Nusantara.
"Kita bangun Sunnah di Nusantara mulai dari kompleks ini, dan kemudian kita berusaha untuk membangunanya di wilayah manapun dengan program yang sama. Ini adalah perjuangan kita untuk Sunnah di seluruh Nusantara," kata Ustadz Maududi.
Dijelaskan ustadz, bahwa Nusantara adalah kalimat cinta tanah air dan cinta tanah air adalah bagian dari syariat Allah dan cinta terhadap tanah air adalah fitrah yang diletakkan Allah di hati manusia.
"Nabi juga mencintai Makkah, sahabat juga cinta Makkah ketika mereka tinggalkan Makkah mereka merasakan rindu ke Makkah, dan kecintaan itu tidak diingkari oleh Nabi Shallallahu alaihi sallam, karena cinta terhadap negeri yang kita hidup, kita tumbuh di dalamnya, adalah syariat dari Allah," terang ustadz lagi.
Ditambahkan Ustadz Maududi Abdullah, penamaan Kompleks Markaz Sunnah Nusantara Al Hijrah tersebut sudah melalui rapat, diskusi dan musyawarah mufakat dengan para pemikir dan tokoh, namun tidak dipungkiri bahwa manusia tempat salah dan khilaf, ustadz juga tidak menutup diri bagi siapa saja yang ingin memberikan kritikan maupun ide untuk kebaikan rencana pembangunan tersebut.
"Jika penamaan ini telah benar maka kita puji Allah Subahanahu wa taala, seandainya ada kekurangan dan kelemahan kami berharap memberikan kritikan membangun karena manusia tidak terlepas dari kesalahan dan kekhilafan," pungkas Ustadz Maududi Abdullah LC. (rik)
Silahkan tonton video penjelasan Ustadz Maududi Abdullah Lc, terkait Makna Nama Kompleks Markaz Sunnah Nusantara Al Hijrah: