10 Pembatal Islam

Admin
827 view
10 Pembatal Islam
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Segala puji hanya bagi Allah. Semoga salawat dan salam-Nya terlimpah untuk Nabi yang tidak ada Nabi lagi setelahnya, beserta keluarga, sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya.

Ketahuilah bahwa Allah Subḥānahu wa Ta’āla mewajibkan semua hamba-Nya untuk masuk Islam dan berpegang teguh dengannya, dan waspada dari perkara yang menyelisihinya.

Allah mengutus Nabi-Nya Muhammad sallallāhu ‘alaihi wa sallam untuk mendakwahkannya. Allah ‘Azza wa Jalla mengabarkan bahwa barang siapa yang mengikutinya berarti dia mendapatkan petunjuk dan yang berpaling darinya akan tersesat.

Allah juga memperingatkan dalam banyak ayat sebab-sebab seseorang bisa murtad (keluar dari Islam) dan semua bentuk kekafiran dan kemusyrikan. Para ulama raẖimahumullāh telah menyebutkan dalam bab hukum orang yang murtad, bahwa seorang muslim telah murtad dengan banyak sebab yang membatalkan keislamannya, yang membuatnya keluar dari Islam dan halal darah dan hartanya.

Pembatal yang paling bahaya dan sering terjadi ada sepuluh yang disebutkan oleh Syeikh Imam Muhammad bin Abdul Wahhab dan ulama selain beliau raẖimahumullāh. Kami sebutkan semua itu secara ringkas agar kalian ingat dan kalian mengingatkan orang lain dengan berharap keselamatan darinya.

Berikut kami sebutkan dengan sedikit penjelasan. Di antara 10 pembatal keislaman:

1. Mempersekutukan Allah. Allah Ta’āla berfirman,

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisa: 48)

Dia juga berfirman,

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya adalah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al-Maidah: 72)

Di antara bentuknya adalah dengan berdoa kepada orang mati, memohon pertolongan darinya, atau bernazar dan berkurban untuknya.

2. Orang yang menjadikan antara dirinya dengan Allah perantara yang dia berdoa kepadanya, meminta syafaat kepadanya atau bertawakal kepadanya, dia kafir dengan kesepakatan ulama.

3. Orang yang tidak mengkafirkan orang musyrik, ragu terhadap kekafirannya atau membenarkan agamanya, maka dia kafir.

4. Orang yang meyakini bahwa petunjuk selain petunjuk Nabi sallallāhu ‘alaihi wa sallam lebih baik atau ada hukum yang lebih baik dari hukum Nabi sallallāhu ‘alaihi wa sallam, seperti orang yang lebih memilih hukum thaghut daripada hukum beliau, dia kafir.

5. Orang yang membenci sesuatu yang datang dari Rasulullah sallallāhu ‘alaihi wa sallam walaupun dia mengamalkannya, dia kafir, sebagaimana firman Allah Ta’āla,

“Yang demikian itu karena mereka membenci apa (Al-Qur’an) yang diturunkan Allah, maka Allah menghapus segala amal mereka.” (QS Muhammad: 9)

6. Orang yang memperolok-olok sesuatu dari agama Rasulullah sallallāhu ‘alaihi wa sallam atau janji dan ancamannya, dia kafir. Dalilnya adalah firman Allah Ta’āla, “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: ‘Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah: ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.’” (QS. at-Taubah: 65 - 66)

7. Sihir, di antaranya adalah sihir untuk memikat seseorang atau menjauhkannya dari pasangannya. Barang siapa melakukannya atau rida dengan hal itu, dia telah kafir. Dalilnya adalah firman Allah Ta’āla,

“Sedang keduanya tidak mengajarkan (sihir) kepada seorangpun sebelum mengatakan: ‘Sesungguhnya kami adalah fitnah (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.'” (QS. al-Baqarah: 102)

8. Menolong orang musyrik dan bersekongkol dengan mereka untuk melawan kaum muslimin. Dalilnya adalah firman Allah Ta’āla,

“Barang siapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya dia itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. al-Maidah: 51)

9. Orang yang berkeyakinan bahwa ada sebagian orang yang terbebas dari kewajiban mengikuti syariat Nabi Muhammad sallallāhu ‘alaihi wa sallam, dia kafir, sebagaimana dalam firman Allah Ta’āla,

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran: 85)

10. Orang yang berpaling dari agama Allah, tidak mempelajarinya dan tidak mengamalkannya. Dalilnya adalah firman Allah Ta’āla,

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya?” (QS. as-Sajdah: 22)

Semua pembatal ini sama saja dilakukan ketika bercanda, serius, atau takut, kecuali jika terpaksa. Semua ini adalah yang paling berbahaya dan sering terjadi, sehingga seorang Muslim harus mewaspadainya dan takut dirinya terjatuh padanya. Kita berlindung kepada Allah dari perkara yang mengundang murka dan azab-Nya yang pedih.

Sumber: binbaz.org.sa
Artikel Asli: konsultasisyariah.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)