Pemilik Swalayan di Pekanbaru Keluhkan Mahalnya Biaya Urus IUTS dan IUTM

5.211 view
Pemilik Swalayan di Pekanbaru Keluhkan Mahalnya Biaya Urus IUTS dan IUTM
Ilustrasi.
PEKANBARU, datariau.com - Para pengusaha swalayan dan toko modern di Kota Pekanbaru mengeluhkan mahalnya biaya Izin usaha toko swalayan (IUTS) dan Izin usaha toko modern (IUTM).

Hal ini disampaikan para pengusaha pada rapat hearing dengan Komisi I DPRD Kota Pekanbaru pada Jumat lalu. Pengusaha menyebut bahwa untuk pengurusan sosial ekonomi yang menjadi salah satu penerbitan IUTS dan IUTM yang hingga mencapai Rp40 juta.

"Selain itu, ketika melakukan pengurusan izin-izin rekomendasi ke kantor Kecamatan, dikenakan tarif-tarif yang aturannya tidak jelas. Kalau tidak memberikan bayaran nanti pengurusan rekomendasi kami diperlambat. Kami pengusaha mau mengurus izin, tapi jangan kesannya dipersulit," ujar salah seorang pengelola toko dalam rapat.

Rapat ini dilakukan Komisi I setelah melakukan sidak ke beberapa swalayan yang ketahuan tidak memiliki izin tersebut. Beberapa pengusaha toko yang dipanggil diantaranya Toserba Mama, Pesona Swalayan, Planet Swalayan dan juga Jumbo Mart.

Hearing tersebut dihadiri Ketua Komisi I Hotman Sitompul beserta beberapa anggota lainnya seperi Ida Yulita Susanti, Tarmizi Akhmad, Eri Sumarni, dan Hj Sri Rubiyanti.

Dalam sidak yang dilakukan oleh Komisi I beberapa waktu lalu. Toko-toko dan swalayan tersebut belum memiliki IUTS yang seharusnya sudah dimiliki. Ketika melakukan hearing tersebut, ternyata para pengusaha belum juga kunjung mengurus izin tersebut.

"Dari hasil sidak yang kami lakukan saat itu, sudah direkomendasi untuk melakukan pengurusan izin kepada para pengusaha. Namun nyatanya ketika melakukan hearing dan kembali berjumpa dengan pemilik usaha, ternyata belum juga kunjung diurus. Untuk itu hal ini menjadi catatan bagi kami untuk kunjung diurus," kata Ida Yulita ketika hearing.

Selain persoalan IUTM dan IUTS di Pesona Swalayan, pihak dewan juga menyoroti terkait parkir gratis yang dilakukan pihak manajemen swalayan. Padahal nyatanya pengunjung juga dikenakan tarif parkir. Hal itu dinilai merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.

"Saya dapat laporan dari masyarakat, bahwa di Pesona Swalayan terdapat spanduk parkir gratis namun nyatanya bayar. Hal inikan sangat merugikan," jelas Ida. (spt)


JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)