Hilang Kontak, Pesawat AirAsia QZ8501 Diperkirakan Jatuh di Perairan Belitung

3.061 view
Hilang Kontak, Pesawat AirAsia QZ8501 Diperkirakan Jatuh di Perairan Belitung
Pesawat AirAsia. (foto: ist)
JAKARTA, datariau.com - Badan SAR Nasional (Basarnas) berkoordinasi dengan Kantor SAR di Pangkalpinang, Jambi, Tanjungpinang, Palembang, Pontianak, Banjarmasin, dan Lampung terkait pesawat Air Asia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura yang hilang kontak.

"Pukul 07.30 WIB, IDMCC Basarnas menerima laporan Pesawat Air Asia Jenis Airbus 320 rute Surabaya-Singapura mengalami lost contact di sekitar Teluk Kumai pukul 06.17 WIB," tulis Basarnas dalam keterangan persnya, Ahad (28/12/2014).

Menurut Petugas ATC Bandara Soekarno Hatta Jakarta, koordinat terakhir kontak pesawat berada di lokasi 03.09.15 Lintang Selatan dan 111. 28.21 Bujur Timur.

Pesawat AirAsia Indonesia tujuan Surabaya menuju Singapura diperkirakan jatuh di perairan Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Pesawat AirAsia QZ8501 tersebut berkapasitas 155 penumpang, terdiri dari 138 penumpang dewasa, 16 penumpang anak-anak dan 1 penumpang bayi.

Marsma Hadi Tjahjanto, Kadispen TNI AU menyampaikan bahwa pesawat yang berangkat dari Surabaya itu seharusnya sudah tiba di Singapura pukul 07.20 WIB. Dirinya bersama dengan tim TNI AU memperkirakan pesawat terjatuh di atas permukaan air, sekitar perairan Pangkal Pinang.

"Sampai sekarang, kami sudah mengerahkan pesawat untuk melakukan pencarian di perairan Pangkal Pinang. Dengan menggunakan Boeing 737200, sudah diterbangkan dari Makasari, namun hingga saat ini belum menemukan tanda-tanda dari pesawat yang hilang tersebut," ujarnya.

Menurut dia, pihak TNI AU juga melakukan koordinasi dengan Angkasa Pura 1 maupun pihak Airlap Navigasi, termasuk dengan AirAsia Indonesia. "Kondisi cuaca sedang berawan, kami akan terus melakukan pencarian sampai malam hari ini," tambahnya.

Pihak AirAsia Indonesia masih belum memberikan informasi pastinya mengenai hilangnya pesawat AirAsia QZ8501. Rencananya, siang ini, AirAsia Indonesia akan melakukan konferensi pers untuk memberikan informasi resminya.

"Nanti saja ya, kami akan berikan keterangan resminya siang hari ini," ujar Sunu Widyatmoko, Dirut AirAsia Indonesia.

Hilangnya kontak peawat terjadi sekitar pukul 11.30 WIB siang hari ini. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murdjatmojo mengemukakan, pesawat AirAsia bernomor penerbangan QZ 8501 dengan rute Surabaya-Singapura dinyatakan hilang kontak pada pukul 06.17 WIB.

"Pesawat diperkirakan hilang di antara Tanjung Pandang dan Pontianak," kata Djoko Murdjatmodjo.

Dijelaskannya, pada pukul 6.12 pesawat tersebut masih memberikan kontak dan terlihat di radar. Dalam komunikasi terakhir tersebut, pesawat Air Asia meminta izin untuk terbang lebih tinggi untuk menghindari awan.

"Pada 06.17 pesawat hilang kontak. Yang terlihat hanya flight plannya," katanya.

Pesawat AirAsia QZ8501 berangkat dari Bandara Juanda, Surabaya, pada Ahad (28/12/2014) pukul 05.20 WIB, dan seharusnya sudah tiba di Singapura pada pukul 08.30 Waktu Singapura atau 07.30 WIB.

Pesawat yang dipiloto oleh Kapten Irianto dan Co Pilot Remi Emmanuel ini membawa membawa 155 penumpang, terdiri dari 138 dewasa, 24 anak dan 1 bayi.

Pesawat degan nomor penerbangan QZ8501 itu berjenis Airbus A320-200 dengan nomor registrasi PK-AXC. Saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan sedang dilakukan, dan pihak AirAsia akan bekerjasama dalam operasi tersebut.

AirAsia juga memberikan nomor emergency call yang tersedia bagi keluarga dan kerabat dengan para penumpang di nomor +622129850801. Selain itu, AirAsia juga akan merilis informasi lebih lanjut melalui website-nya di www.airasia.com.

Hilangnya pesawat AirAsia Indonesia QZ8501 tak luput dari pemberitaan media-media asing. Sebelumnya, pesawat jenis Airbus A320-200 ini dinyatakan resmi hilang pada pukul 07.55 WIB, pagi tadi.

"Cuaca buruk menjadi faktor dalam hilangnya pesawat tersebut. Adapun kapasitas penumpang itu sebanyak 155 orang," ujar Ahli Metereologi, Derek Van Dam.

Pesawat AirAsia dengan flight number QZ8501 hilang di tengah penerbangan Surabaya-Singapura. Pesawat tersebut berjenis Airbus A320-200, pesawat ini mengusung teknologi yang canggih.

Harga pesawat Airbus A320 per Januari 2014 lalu sekitar US$ 93,9 juta atau Rp939 miliar. Pesawat ini memiliki kecepatan maksimal 903 km/jam. Berat kosong pesawat sekitar 42,220 kg dengan dimensi panjang 37,57m, lebar 34,09m, dan tinggi 11,76m. Kapasitas maksimal pesawat ini 179 penumpang.

Airbus A320 adalah jenis kelompok pesawat penumpang komersial jarak dekat sampai menengah yang diproduksi oleh Airbus. A320 merupakan pesawat penumpang pertama dengan sebuah sistem kendali fly-by-wire digital, di mana pilot mengendalikan penerbangan melalui penggunaan sinyal elektronik dan bukan secara mekanik dengan hendel dan sistem hidrolik. Di Indonesia, maskapai yang mengoperasikan keluarga A320 adalah Indonesia AirAsia dan Citilink.

Teknologi yang digunakan pesawat Airbus A320 antara lain sistem kontrol penerbangan fly-by-wire digital penuh dalam pesawat sipil. Kokpit digital penuh, bukan sistem hibrid seperti ditemukan di pesawat A310, Boeing 757 dan Boeing 767.

A320 juga merupakan pesawat berbadan sempit pertama yang menggunakan material komposit untuk struktur pesawat dalam jumlah signifikan. Konsep Monitoring Pesawat Elektronik Terpusat (ECAM), yang juga digunakan di semua pesawat Airbus yang diproduksi setelah A320.

Sistem ini secara konstan memberikan informasi mengenai mesin pesawat, bersama juga dengan sistem kunci lain seperti kontrol penerbangan, tekanan dan hidrolik, kepada pilot melalui dua layar LCD di tengah panel pengendali. ECAM juga menyediakan peringatan otomatis terhadap kerusakan sistem dan memnperlihatkan daftar elektronik untuk membantu mengatasi kerusakan tersebut.

Kementerian Perhubungan belum menyimpulkan kondisi terkini pesawat AirAsia. Kementerian juga menolak rumor bahwa pesawat itu jatuh. "Kami belum menyimpulkan apapun kecuali pesawat hilang kontak pada pukul 6.17 WIB," kata Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Djoko Murja Mojo.

Djoko menjelaskan, pesawat itu dilengkapi emergency locator transmitter (ELT) yang memancarkan sinyal radio untuk menentukan lokasi pesawat. Jika pesawat itu jatuh, seharusnya alat itu memancarkan sinyal yang menentukan lokasinya. Tapi sejauh ini tidak ada sinyal apa pun sehingga keberadaan pesawat itu belum diketahui.

Satu hal yang pasti, kata Djoko, adalah bahan bakar pesawat itu dipastikan sudah habis jika masih terbang. Sebab pesawat itu diisi bahan bakar untuk lama perjalanan penerbangan 4 jam 30 menit. Sedangkan pesawat itu sudah dinyatakan hilang kontak lebih lima jam.

"Kalau sekarang terbang terus, (bahan bakar) sudah habis sekarang," ujar Djoko.

Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan, JA Barata menyampaikan, belum diketahui pasti pesawat itu jatuh atau kemungkinan lain karena seluruh pihak terkait masih berkoordinasi. Berikut informasi pihak Kementerian Perhubungan tentang pesawat tersebut:

Nomor Penerbangan: QZ 8501
Jadwal Terbang: 05.20 - 08.30
Nomor Regristrasi: PK - AXC

Komposisi Kru
Kapten: Iriyanto
Kopilot: Remi Emmanuel Plesel

Staf
Pramugari Senior: Wanti Setiawati
Pramugari/pramugara: Khairinusi Haidar Fauzi, Oscar Desano, Wismoyo Ari Prambudi
Teknisi: Saiful Rakhmad

Jumlah penumpang: 138 dewasa, 16 anak, 1 bayi
Bagasi: 106 Collies / 1305 kilogram
Kargo: nihil

Berikut adalah nomor-nomor yang dapat dihubungi:

-Call Centre Surabaya: 031-8690945
-Call Centre Jakarta: 021-55912648
-Emergency Call Centre untuk Airasia Indonesia di Jakarta: 021-29270811
-Emergency Call Centre untuk media: 021-29270831

(rik)
Dari berbagai sumber.
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)