Tim Gabungan Polres Siak Tangkap Diduga Pelaku Ilegal Logging

Hermansyah
608 view
Tim Gabungan Polres Siak Tangkap Diduga Pelaku Ilegal Logging
Tim Gabungan Polres Siak berhasil ungkap diduga pelaku ilegal logging di sawmil olahan kayu di Sabak Auh.

SIAK, datariau.com - Tim gabungan Polres Siak melakukan penangkapan pelaku ilegal logging di Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, pada Rabu (24/11/2021).

Di lokasi tim gabungan berhasil meringkus diduga pelaku inisial MSG alias JP (47) yang menguasai atau memiliki kayu hasil perambahan hutan tanpa dilengkapi surat keterangan yang sah hasil hutan.

Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadiyanto SIK MH mengatakan, pengungkapan kasus dugaan illog ini bermula saat tim gabungan personil Polres Siak, terdiri dari Satreskrim, Sat Intelkam dan Sat Samapta Polres Siak dipimpin langsung oleh Kanit III Satreskrim Polres Siak Ipda Nober mendapat informasi masyarakat adanya aktifitas pengolahan kayu yang diduga berasal dari Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu.

Berdasarkan informasi tersebut, tim gabungan pun melakukan penyelidikan dan menemukan adanya sawmill berserta tumpukan kayu dengan berbagai macam ukuran tepatnya di belakang rumah pelaku inisial MSG.


"Tim langsung mengamankan terduga pelaku inisial MSG (47), dan melakukan interogasi awal," kata AKBP Gunar Rahadiyanto SIK, Jumat (26/11/2021).

Dikatakan Gunar, dari interogasi awal terduga pelaku awalnya sempat berkelit dan tidak mau menunjukkan dimana mesin yang digunakan untuk mengolah kayu disembunyikan.

"Dikarenakan diduga pelaku tidak mau menunjukkan letak lokasi mesin yang pelaku gunakan untuk mengolah kayu, tim kembali melakukan pengembangan dan penyelidikan lanjutan dimana pelaku menyembunyikan mesin pengolah kayu tersebut," ujar Kapolres Siak itu.

"Tak berselang lama, tim mendapatkan informasi bahwa mesin yang dimaksud ditaruh disalah satu bengkel yang terletak di Jalan Lintas Sungai Pakning-Teluk Masjid Dusun Seroja RT001/RW002 Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak, tim pun langsung menuju ke lokasi untuk mengamankan mesin tersebut, sebagai salah satu barang bukti," ujarnya.

Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadiyanto SIK mengatakan, selain mesin combain (mesin dongfeng yang sudah di modfikasi) untuk mengolah kayu, tim juga mengamankan kayu broti berukuran 5x5 sebanyak 60 batang, kayu broti ukuran 5x7 sebanyak 71 batang, papan sebanyak 25 keping, dan 1 unit gerobak kayu, 4 lembar bon hasil penjualan kayu.

"Atas perbuatan pelaku dapat dijerat dengan Pasal 12 huruf e Jo Pasal 83 Ayat 1 Huruf b UU RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja perubahan atas UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Setiap orang dilarang mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan, orang perseorangan dengan sengaja mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara serta denda paling banyak Rp2,5 milyar," pungkasnya.(man)