PT AA Unit Usaha APP Grup Sistem Terstruktur Dan Menyeluruh Dalam Menghadapi Ancaman Kebakaran

Hermansyah
840 view
PT AA Unit Usaha APP Grup Sistem Terstruktur Dan Menyeluruh Dalam Menghadapi Ancaman Kebakaran
Ruang monitor pantauan hotspot (Situation Room Perawang-Region Baru Indonesia) PT Arara Abadi.

SIAK, datariau.com - PT Arara Abadi (AA), unit usaha APP Perawang memiliki sistem terstruktur dan menyeluruh dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam hal ini, perusahaan dalam melakukan pemantauan titik api (hotspot) maupun fire spot di kawasan hutan konsesi perusahaan saat ini.

Selain memiliki Situation Room Perawang - Region Baru Indonesia, PT Arara Abadi mempunyai 86 tower pemantau api dengan tinggi lebih kurang 30 meter, yang tersebar di 26 distrik.

"Situation Room Perawang - Region Baru Indonesia, memantau titik hotspot di 26 distrik, dimana menara api ini lebih efektif. Dan untuk prioritas menara api dengan tower," kata Deputi FOM PT AA Decha A.F Hane, Selasa (10/6/2025).

Dikatakan dia, PT Arara abadi juga memiliki Desa Makmur Peduli Api (DMPA). Sementara untuk Regu Pemadam Kebakaran (RPK) terdapat sebanyak 800.

"Kita juga memiliki tempat (gudang) perlengkapan pemadam kebakaran pusat komando dan pengendalian (puskodal). Disini adan Sambunesia buatan perusahaan dengan penggunaan sudah kurang lebih 8 tahun," jelas Kepala Deputi Fire Operation Head PT AA Richard.

Disampaikan Richard, Sambunesia ini telah di patenkan sebelumnya oleh perusahaan yang dirancang oleh seorang karyawan perusahaan.

"Disini ada tim reaksi cepat (TRC) perusahaan dan juga ada setiap desa juga terdapat 2 orang di masyarakat peduli api (MPA). Untuk patroli menggunakan helikopter terdiri dari satu regu sebanyak 7 orang," sebut Richard.


"Jika, tiba di lokasi TKP kebakaran, tim langsung melakukan pemadaman dan tidak menunggu api harus membesar, baik di dalam konsesi maupun di luar konsesi," ujarnya.

Dijelaskan Kepala Deputi Fire Operation Head PT Arara Abadi, perusahaan memiliki satu unit helikopter bell 412 yang digunakan, dengan kapasitas water booming 2.000 liter, dan maksimal terbang dalam sehari 5 jam.

"Perusahaan punya dua unit helikopter Kamof dengan kapasitas water booming sebanyak 5.000 liter. Sebenarnya, helikopter bell itu untuk logistik. Jika kita terbang harus meminrta izin terlebih dahulu ke Airnof dan Lanud," ungkap Richard.

"Kita (perusahaan) juga bagian dari Satgas Provinsi Riau untuk melakukan pemadaman kebakaran, kita membantu pemerintahan dalam memadamkan api (kebakaran). RPK PT Arara Abadi telah tersertifikasi," terangnya.

Dalam memantau hotspot di lokasi atau wilayah konsesi yang terpantau adalah distrik terdekat. Jadi, heli pet yang ada disetiap distrik terdapat 4 drum stok aftur.

"Jiika ada hotspot yang terpantau di kawasan konsesi yang melakukan pemadaman oleh distrik terdekat," imbuhnya.

Selanjutnua, kesimpulan yang disampaikan sangat akurat dan komprehensif, menangkap poin-poin penting dari informasi yang diberikan.

Perusahaan berhasil mengidentifikasi dan mengelompokkan berbagai aspek penting dari strategi penanggulangan kebakaran mereka, mulai dari upaya pencegahan dan pemantauan, kesiapan tim reaksi cepat dan peralatan pemadaman, hingga struktur organisasi serta keterlibatan aktif dengan pemerintah.


Secara keseluruhan, seperti yang disimpulkan, PT Arara Abadi memang menunjukkan sistem yang terstruktur dan menyeluruh dalam menghadapi ancaman kebakaran.

Perusahaan mengombinasikan pemanfaatan teknologi canggih seperti Situation Room dan menara pemantau, didukung oleh tim RPK dan TRC yang terlatih dan bersertifikasi, serta dilengkapi dengan armada helikopter yang siap siaga.

Inovasi seperti Sambunesia dan keterlibatan Masyarakat Peduli Api (MPA) juga menyoroti pendekatan holistik mereka.

Peran perusahaan (PT Arara Abadi), sebagai bagian dari Satgas Provinsi Riau Pemadam Kebakaran lebih lanjut menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah dan menjaga lingkungan.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)