PEKANBARU, datariau.com - Ratusan buruh yang pro dan kontra dari Rokan Hilir yang merupakan Pimpinan Unit Kerja (PUK) dari organisasi yang sama yaitu buruh bongkar muat dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FSPTI - K.SPSI Rokan Hilir, hampir bentrok di depan kantor DPD F.SPTI - K.SPSI Riau, di Jalan Teuku Umar Pekanbaru, Senin (28/2/2022).
Hal itu terjadi akibat adanya satu kubu menolak Kepimpinan Fuad Ahmad selaku Ketua DPC F.SPTI - K.SPSI, sementara satu kubu mendukung dan tetap ingin pertahankan Fuad Amad jadi nahkoda mereka, hal tersebut membuat keramaian di depan kantor FSPTI, tak terhindarkan.
Keramaian yang berpotensi bentrok tersebut akhirnya berhasil dilokalisir pihak kepolisian dari Polresta Pekanbaru, yang sejak awal telah berada di lokasi, begitu mengetahui ada gelombang unjuk rasa dari kedua kubu FSPTI, yang datang dari Kabupaten Rokan Hilir.
Dua kubu tersebut sempat bertahan di sekitaran kantor FSPTI - K.SPSI dengan tetap berkumpul di dua titik yang ditempatkan pihak keamanan, untuk menghindari bentrok massal.
Salah seorang dari satu kubu, mengatakan kelompoknya menolak kepemimpinan Fuad, sebab Fuad sudah tidak cocok memimpin DPC F.SPTI - K.SPSI Rokan Hilir.
Narasumber yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan, Fuad Ahmad harus dilengserkan, sebab dinilai tidak lagi cakap sebagai pimpinan, karena hanya menggerogoti Organisasi F.SPTI - K.SPSI, dia menyebut selama ini PUK hanya dijadikan "sapi perah". Sementara keuangan organisasi tidak pernah transparan kepada anggota.
Fuad juga disebut semena-mena, bila ada Ketua PUK menolak, maka Ketua PUK tersebut diganti tanpa melalui mekanisme yang ditetapkan dalam AD/ART organisasi yaitu Musyawarah Unit Kerja (Musnik).
"Jadi kehadiran kami di sini adalah untuk meminta DPD F.SPTI - K.SPSI, untuk melakukan pleno me-nonaktifkan Ketua DPC F.SPTI - K.SPSI Rokan Hilir,? katanya.
?Kami hadir disini merupakan para Ketua PUK yang sah, sementara mereka hanyalah pengurus yang tidak jelas, yang sengaja dikirim pihak tertentu untuk menggagalkan Pleno DPD F.SPTI - K.SPSI, yang kami desak untuk melengserkan Fuad,? tegasnya.
Sementara itu Fuad Ahmad Ketua DPC mengatakan, gerakan yang dilakukan anggota merupakan langkah yang keliru, sebab bertentangan dengan peraturan organisasi.
Hal tersebut dikatakan Fuad, mengingat sebelumnya DPD F.SPTI - K.SPSI, telah melaksanakan pleno, untuk tetap mendukung kepemimpinan Fuad memimpin DPC F.SPTI - K.SPSI Kabupaten Rokan Hilir.
Sementara itu, Kapolsek Pekanbaru Kota Kompol Joshina saat dikonfirmasi, membenarkan adanya buruh datang dari Kabupaten Rohil.
?Mereka datang dari Rohil untuk bertemu dengan Ketua SPTI Riau,? ujar Kompol Joshina.
Menurutnya, DPC SPTI Rohil datang ke Pekanbaru meminta untuk diadakannya musyawarah.
?DPC SPTI Rohil minta diadakan musyawarah dengan Ketua SPTI Provinsi Riau, dan kami hanya membubarkan massa karena di Pekanbaru PPKM level 3,? pungkasnya. (den)