Meski PPKM Sudah Turun ke Level 2, Masjid Al-Ikhlas Pekanbaru Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Kakak Indra Purnama
141 view
Meski PPKM Sudah Turun ke Level 2, Masjid Al-Ikhlas Pekanbaru Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat
Gambar: Abdul Hadi
Tampak jamaah Masjid Al-IKhlas menaati protokol kesehatan saat melaksanakan ibadah dengan menjaga jarak.

PEKANBARU, datariau.com - Meski kota Pekanbaru sudah berstatus PPKM level 2, penerapan protokol kesehatan (prokes) masih tetap digencarkan di tempat umum termasuk tempat ibadah. Salah satunya Masjid al-Ikhlas yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, kota Pekanbaru. Menurut Ketua Masjid al-Ikhlas, Dasrul, sejak bulan April 2020, masjid tersebut telah menerapkan prokes sesuai dengan anjuran pemerintah, Senin (27/9/2021).

Dasrul menjelaskan, sejauh ini telah ada beberapa prokes yang telah dijalankan di masjid al-Ikhlas. Selain itu, masyarakat juga menyambut baik prokes yang diterapkan tersebut.

“Kita semua prokes kita terapkan. Pertama kita pakai thermo gun. Kita jaga jarak saf. Kita himbau masyarakat untuk memakai masker. Kalau misalnya salat Jumat atau salat hari raya yang enggak pakai masker kita kasih masker. Sebagian besar merespons. Tapi ada sebagian kecil tidak merespons,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah memberikan himbauan kepada jemaah yang abai terhadap prokes. Selama pandemi, masjid al-Ikhlas juga tidak pernah ditutup.

“Himbauan aja kita kasih setiap imam mau melaksanakan salat disampaikan. Kalau masjid kita enggak pernah tutup. Tapi kita serahkan ke masyarakat mau dia salat di masjid silahkan. Tapi kita gak boleh nutup masjid. Inikan masjid pinggir jalan orang lewat mana tahu ada musafir istirahat. Jadi tujuannya itu,” jelasnya.

Dasrul menuturkan, selama pandemi jemaah yang datang ke masjid al-Ikhlas semakin ramai karena menerapkan prokes yang baik. Ia juga berharap, masyarakat dapat menaati prokes sehingga pandemi dapa segera berakhir.

“Harapan kita supaya Covid-19 ini cepat selesai. Maunya masyarakat itu patuh. Apakah itu di pasar, mal, restoran, masjid. Ikut aturan pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam beribadah,” tutupnya. (hadi)

Penulis
: Abdul Hadi
Editor
: Kakak Indra Purnama
Sumber
: Datariau.com