Mengaku Dihantui Arwah Korban, Tersangka Pembunuhan di Hotel Holiday Pekanbaru Minta Ziarah ke Makam

Admin
2.708 view
Mengaku Dihantui Arwah Korban, Tersangka Pembunuhan di Hotel Holiday Pekanbaru Minta Ziarah ke Makam

PEKANBARU, datariau.com - Selain menyesali perbuatannya, tersangka pembunuhan berinisial LS (36) merasa ketakutan, karena dia mengaku dihantui oleh korban yang dibunuhnya seorang wanita berinisial F (46).

Dimana saat Polsek Limapuluh menggelar rekontruksi, media datariau.com mencoba menanyakan perihal tersebut kepada tersangka LS dan ia mengaku ketakutan karena didatangi arwah korban.

“Kalau mimpi tidak ada bang, tapi ada didatangi langsung oleh hantunya korban, saat itu tengah malam saya terbangun dari tidur dan ketika membuka mata melihat dia (korban) ada di depan saya dengan kepala tertunduk, membuat saya terkejut dan takut,” ujar tersangka LS, Rabu (4/11/2021).

Dikatakannya, ia ingin berziarah ke kuburan korban, untuk meminta maaf agar tidak diganggu hantunya korban kembali.

“Saya mau ke kuburan korban pak, tapi kan tidak diizinkan polisi,” ucapnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini diketahui berawal dari pihak hotel menunggu korban yang tak kunjung cek out, dan berinisiatif untuk mendatangi kamar yang terkunci, saat diketuk pintunya namun tidak kunjung keluar dan pihak hotel langsung membuka kamar dengan menggunakan kunci cadangan dan menemukan korban sudah tidak bernyawa dengan tanpa busana.

Kapolresta Pekanbaru menjelaskan bahwa motif pelaku melakukan tindakannya disebabkan karena pelaku merasa korban telah meracuninya melalui air mineral hingga muntah darah, namun korban tidak mengakuinya.

"Motif pelaku membunuh korban dikarenakan sakit hati terhadap korban. Pelaku sempat cekcok bersama korban karena pelaku merasa bahwa korban telah meracuninya namun korban tidak mengakui sehingga pelaku mencekik korban, memukul dan menjerat leher korban dengan menggunakan tali tas milik pelaku," ungkap Kapolresta Kombes Pria Budi.

Menurutnya, dari hasil keterangan Forensik Polda Riau, Kompol Suprianto menjelaskan bahwa terdapat beberapa titik luka lebam di tubuh korban.

"Yang pertama adanya kekerasan tubuh pada daerah kepala, yang kedua adanya kekerasan tubuh pada daerah leher dan yang ketiga adanya kekerasan tubuh pada daerah dada dan perut, sesuai dengan polanya diyakini adanya juga pembekaman pada daerah mulut agar korban tidak berteriak, namun yang membuat korban meninggal itu di daerah leher, karena ada gangguan gejala napas sehingga timbulnya asfiksia atau mati lemas," pungkasnya. (den)

Penulis
: Denni France
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
Kirim berita, hak jawab, laporan: 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)