Masih Dalam Pengerjaan, Semenisasi Jalan Ahmad Yani Rohil Sudah Mulai Keropos

1.791 view
Masih Dalam Pengerjaan, Semenisasi Jalan Ahmad Yani Rohil Sudah Mulai Keropos
Datuk Penghulu Bagan Batu Barat, Ganda Bakti Sinambela bersama masyarakat meninjau semenisasi jalan yang terkesan dibangun secara asal-asalan. (foto: samsul bahri)
BAGANBATU, datariau.com - Kondisi proyek semenisasi Jalan Ahmad Yani Gang Pala Sukarukun, Kepenghuluan Bagan Batu Barat, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten rokan Hilir, Riau, yang saat ini masih tahap pengerjaan sudah terlihat rusak akibat pengerjaan yang terkesan asal-asalan. Parahnya, batu semenisai jalan itu bermunculan ke permukaan karena terlalu tipisnya semen dan keropos.

Selain pengerjaan yang terkesan asal-asalan, proyek semenisasi ini juga tidak memiliki plang proyek seperti yang diamanahkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa serta Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Datuk Penghulu Bagan Batu Barat, Ganda Bakti Sinambela, yang ditemui datariau.com, Rabu (24/12/2014) kemarin saat meninjau proyek semenisasi tersebut mengaku prihatin atas kondisi proyek ini.

"Kita akan segera menyurati camat yang nantinya dilanjutkan ke bupati atas keluhan warga ini, agar pengerjaan proyek ini dapat diperbaiki, sebab saya sudah menerima surat pengaduan masyarakat secara resmi, itu sebabnya kita tinjau," terang penghulu.

Berdasarkan pantauan bersama penghulu dan warga, pada ketebalan semenisasi itu diduga tidak sesuai dengan bestek, selain itu pada bagian tengah badan jalan sudah terkelupas, bahkan saat ini batu kerikilnya sudah pada terlepas dari semen dan berserakan di jalan.

Parahnya lagi, proyek yang tidak memiliki plang itu saat ini sedang terbengkalai di bagian ujung jalan yang kondisinya meresahkan masyarakat setempat.

"Kami tidak terima proyek ini, kami minta diperbaiki dan kami sudah sampaikan surat keluhan kami itu kepada penghulu serta camat," ungkap warga setempat, Deardo kepada datariau.com.

Bahkan menurutnya, pengerjaan proyek tersebut terindikasi sarat penyimpangan, hal itu menurut warga karena tidak dipasangnya plang. "Waktu awal pengerjaan kita sudah curiga melihat campuran semennya, makanya pernah kita minta perlihatkan besteknya, namun hingga saat ini pihak kontraktor tidak juga menunjukkan," ungkap Deardo lagi.

Warga berharap, pemerintah melalui dinas terkait agar minindak tegas kontraktor yang mengerjakan proyek semenisasi tersebut, masyarakat juga berharap kontraktor sedapat mungkin melakukan perbaikan kembali.

"Kalau kontraktor tidak mau menambah ketebalan dengan kualitas yang baik, kita meminta dinas terkait untuk menindak tegas kontraktor tersebut," kesal Deardo yang juga diamini beberapa warga lainnya. (sam)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)