Krisis Gaza Memuncak: Gudang Bantuan PBB Diserbu, Korban Jiwa Berjatuhan

Najwa
659 view
Krisis Gaza Memuncak: Gudang Bantuan PBB Diserbu, Korban Jiwa Berjatuhan
Foto: thetimes.com

DATARIAU.COM - Ribuan warga Palestina yang putus asa menyerbu gudang Perserikatan Bangsa-Bangsa di Gaza tengah pada Rabu (29/5/2025). Program Pangan Dunia (WFP) melaporkan dua kemungkinan kematian dalam kerusuhan tersebut, sementara Israel dan PBB saling menyalahkan atas krisis kelaparan yang semakin dalam di Gaza.

Situasi kemanusiaan di Gaza sangat buruk setelah 18 bulan perang yang menghancurkan. Pakar keamanan pangan mengatakan kelaparan mengancam satu dari lima orang di Gaza, termasuk anak-anak dan lansia. Bantuan akhirnya mulai berdatangan setelah blokade Israel selama dua bulan.

Rekaman menunjukkan kerumunan warga Palestina membobol gudang WFP di Deir Al-Balah dan mengambil tas berisi persediaan makanan darurat saat suara tembakan terdengar. "Gerombolan orang yang kelaparan membobol gudang WFP Al-Ghafari di Deir Al-Balah, Gaza Tengah, untuk mencari persediaan makanan yang telah diposisikan sebelumnya untuk didistribusikan," kata WFP dalam pernyataan di X.

"Laporan awal menunjukkan dua orang tewas dan beberapa lainnya cedera dalam insiden tragis itu," kata WFP, seraya menambahkan bahwa pihaknya masih mengonfirmasi rinciannya. Israel menuduh PBB berusaha memblokir distribusi bantuan Gaza, sementara PBB mengatakan melakukan yang terbaik untuk memfasilitasi distribusi bantuan terbatas yang disetujui otoritas Israel.

Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menyampaikan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa bantuan memasuki Gaza melalui truk berdasarkan otorisasi terbatas Israel di persimpangan Kerem Shalom. PBB mengatakan sedikitnya 3 orang tewas dan 47 orang terluka karena tembakan militer Israel pada Selasa ketika ribuan warga Palestina menyerbu lokasi Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF).

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, menegaskan kembali penolakan badan dunia untuk berkoordinasi dengan GHF. "Kami tidak akan berpartisipasi dalam operasi yang tidak memenuhi prinsip kemanusiaan kami," kata Dujarric. Ia mengatakan sejak minggu lalu 800 truk telah disetujui Israel tetapi kurang dari 500 yang berhasil masuk Gaza.

Saat perang memasuki hari ke-600 pada Rabu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan telah "mengubah wajah Timur Tengah." Di Washington, utusan AS Steve Witkoff menyatakan optimisme tentang kemungkinan gencatan senjata, namun warga Gaza tetap pesimis.

Kementerian kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 3.924 orang telah tewas dalam serangan baru Israel sejak 18 Maret, sehingga jumlah korban tewas keseluruhan menjadi 54.084 warga Palestina, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak.***

Sumber: Tempo.co

Penulis
: Najwa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)