DATARIAU.COM - Ribuan warga Palestina yang putus asa
menyerbu gudang Perserikatan Bangsa-Bangsa di Gaza tengah pada Rabu
(29/5/2025). Program Pangan Dunia (WFP) melaporkan dua kemungkinan kematian
dalam kerusuhan tersebut, sementara Israel dan PBB saling menyalahkan atas
krisis kelaparan yang semakin dalam di Gaza.
Situasi kemanusiaan di Gaza sangat buruk setelah 18 bulan
perang yang menghancurkan. Pakar keamanan pangan mengatakan kelaparan mengancam
satu dari lima orang di Gaza, termasuk anak-anak dan lansia. Bantuan akhirnya mulai berdatangan setelah blokade
Israel selama dua bulan.
Rekaman
menunjukkan kerumunan warga Palestina membobol gudang WFP di Deir Al-Balah dan
mengambil tas berisi persediaan makanan darurat saat suara tembakan terdengar.
"Gerombolan orang yang kelaparan membobol gudang WFP Al-Ghafari di Deir
Al-Balah, Gaza Tengah, untuk mencari persediaan makanan yang telah diposisikan
sebelumnya untuk didistribusikan," kata WFP dalam pernyataan di X.
"Laporan
awal menunjukkan dua orang tewas dan beberapa lainnya cedera dalam insiden
tragis itu," kata WFP, seraya menambahkan bahwa pihaknya masih
mengonfirmasi rinciannya. Israel menuduh PBB berusaha memblokir distribusi
bantuan Gaza, sementara PBB mengatakan melakukan yang terbaik untuk
memfasilitasi distribusi bantuan terbatas yang disetujui otoritas Israel.
Duta Besar Israel
untuk PBB Danny Danon menyampaikan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa bantuan
memasuki Gaza melalui truk berdasarkan otorisasi terbatas Israel di
persimpangan Kerem Shalom. PBB mengatakan sedikitnya 3 orang tewas dan 47 orang
terluka karena tembakan militer Israel pada Selasa ketika ribuan warga
Palestina menyerbu lokasi Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF).
Juru bicara
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, menegaskan kembali
penolakan badan dunia untuk berkoordinasi dengan GHF. "Kami tidak akan
berpartisipasi dalam operasi yang tidak memenuhi prinsip kemanusiaan
kami," kata Dujarric. Ia mengatakan sejak minggu lalu 800 truk telah
disetujui Israel tetapi kurang dari 500 yang berhasil masuk Gaza.
Saat perang
memasuki hari ke-600 pada Rabu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
mengatakan serangan telah "mengubah wajah Timur Tengah." Di
Washington, utusan AS Steve Witkoff menyatakan optimisme tentang kemungkinan
gencatan senjata, namun warga Gaza tetap pesimis.
Kementerian
kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 3.924 orang telah tewas dalam serangan
baru Israel sejak 18 Maret, sehingga jumlah korban tewas keseluruhan menjadi
54.084 warga Palestina, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak.***
Sumber: Tempo.co