Kanit Reskrim Percut Sei Tuan Dicopot Karena Tak Profesional hingga Kapolsek AKP Janpiter Diperiksa

Ruslan
224 view
Kanit Reskrim Percut Sei Tuan Dicopot Karena Tak Profesional hingga Kapolsek AKP Janpiter Diperiksa
Foto: Net

DATARIAU.COM - Polrestabes Medan mencopot Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu M Karo-karo dari jabatannya, karena dinilai tidak profesional dalam menangani kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan bernama Liti Wari Iman Gea alias LG (37), yang berprofesi sebagai pedagang, di Pasar Gambir, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Jadi setelah dilakukan audit penyelidikan berkaitan dengan kasus tersebut bahwa ditemukan adanya penyidikan yang tidak profesional yang dilakukan oleh Polsek Percut Sei Tuan, Medan. Sehingga per 12 Oktober 2021, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan dicopot dari jabatannya oleh Polrestabes Medan," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mabes Polri, Rabu (13/10/2021).

Dikatakan Argo, Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Janpiter Napitupulu sedang dalam proses pemeriksaan. Apabila ditemukan pelanggaran, maka yang bersangkutan juga akan dicopot.

"Kemudian, untuk Kapolsek Percut Sei Tuan dalam proses. Karena untuk Kanit itu kewenangan dari Polrestabes, sedangkan untuk Kapolsek adalah kewenangan bapak Kapolda. Jadi Kapolsek Percut Sei Tuan dalam proses, jika terbukti melakukan pelanggaran juga akan dicopot," ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, belum mengetahui apa kesalahan yang dilakukan Kanit Reskrim sehingga dicopot. Namun, dipastikan yang bersangkutan melakukan pelanggaran.

"Tentu ada sesuatu yang tidak dilakukan secara prosedur. Pasti ada yang dilanggar. Saya belum tahu sejauh apa, tentu keputusan itu pasti adanya pelanggaran sehingga terjadi kesalahan," katanya.

Perkara dugaan penganiayaan ini menjadi sorotan setelah LG selaku korban ternyata juga ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu terjadi karena pasca-kejadian kedua belah pihak saling membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan, dan kemudian keduanya ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, kemudian meminta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan untuk menarik perkara itu. Kasus dengan terlapor BS ditangani Polrestabes Medan, dan terlapor LG ditangani Ditreskrimum Polda Sumatera Utara.

Berdasarkan informasi, kasus penganiayaan itu bermula karena LG menolak memberikan uang keamanan sebesar Rp 500.000 yang diminta sekelompok pelaku. Aksi kekerasan itu pun terekam kamera, dan videonya viral di media sosial. (*)

Sumber
: Beritasatu.com