Gaza Lapar, Dunia Diam: Ironi Hari Kelaparan Sedunia

Najwa
376 view
Gaza Lapar, Dunia Diam: Ironi Hari Kelaparan Sedunia
Foto: r/GreenAndPleasant (reddit)

DATARIAU.COM - Peringatan Hari Kelaparan Sedunia jatuh pada hari ini, 28 Mei 2025. Pada momentum tersebut, dunia diajak sadar akan krisis kelaparan yang masih banyak terjadi di berbagai belahan dunia.

Namun ironisnya, saat peringatan ini berlangsung, ribuan warga Gaza masih menghadapi ancaman kelaparan parah akibat genosida yang dilakukan militer Israel. Korban kelaparan sebagian besar adalah bayi dan anak-anak, karena bantuan pangan yang seharusnya mereka terima justru diblokir oleh Israel.

Situasi mencekam ini telah berlangsung sejak pertengahan 2024. Setiap hari ada laporan korban tewas akibat kelaparan hebat yang terjadi karena pembatasan bantuan pangan. Namun sayangnya, tidak banyak tindakan konkret yang dilakukan dunia untuk mengatasi masalah ini.

Pelapor khusus PBB untuk Palestina Francesca Albanese mempertanyakan sikap dunia yang tetap diam terhadap situasi kelaparan di Gaza. "Bagaimana kita bisa tetap diam, acuh tak acuh, atau tidak aktif dalam menghadapi ketidakadilan yang keji ini?" kata Albanese seperti dikutip Anadolu.

Laporan IPC yang bermitra dengan PBB menyebut tingkat kelaparan mencapai 96 persen populasi atau sekitar 2,15 juta orang. Angka tersebut masuk kategori krisis pangan akut.

Israel Terus Blokir Bantuan Kemanusiaan

Para pemukim Israel sayap kanan kembali memblokir jalannya truk berisi bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza sejak tiba di pelabuhan Israel pada Selasa kemarin. Sekitar 20 aktivis bernama Tsav 9 berkumpul di Pelabuhan Ashdod untuk mencegah pengiriman bantuan ke Gaza.

Tindakan pemblokiran bantuan kemanusiaan ini telah dilakukan pemerintah Israel sejak 2 Maret 2025. Akibatnya, terjadi krisis kemanusiaan parah di Gaza menurut laporan pemerintah, hak asasi manusia, dan organisasi internasional.

Meski faktanya Israel menghalau bantuan kemanusiaan, pemerintah Israel justru membuat propaganda mengklaim telah mengizinkan bantuan masuk. Padahal hanya sekitar 100 truk yang masuk, atau kurang dari 1 persen dari kebutuhan dasar penduduk.

Direktur kantor media pemerintah Gaza Ismail Thawabteh menyebut Israel sengaja membuat kampanye disinformasi untuk menutupi kebijakan genosida mereka. "Tidak ada bantuan kemanusiaan nyata yang masuk ke Gaza meskipun tragedi kemanusiaan di sana semakin memburuk," katanya.

Kelaparan Gaza Capai Fase Akut

Direktur Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut kelaparan di Gaza telah mencapai fase 5, atau tingkat tertinggi pada skala keamanan pangan akut PBB yang diklasifikasikan sebagai kelaparan.

Kepala kemanusiaan PBB Tom Fletcher mengatakan setidaknya 14.000 bayi di Gaza terancam meninggal jika tidak mendapatkan nutrisi dan perawatan mendesak akibat blokade Israel. Ia mengkhawatirkan pasokan makanan bayi, ibu, dan anak-anak yang terbatas akibat penjarahan dan serangan Israel.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan ada sekitar 2 juta warga Palestina kelaparan di Jalur Gaza akibat "berton-ton makanan diblokir di perbatasan" oleh Israel.

Data PBB menunjukkan ratusan ribu orang di Gaza mengalami ancaman krisis pangan akut, termasuk anak-anak yang berisiko langsung meninggal akibat kelaparan. Sejak awal Maret 2025, hampir semua jalur masuk ditutup dan menyebabkan lebih dari 83 persen bantuan pangan gagal mencapai wilayah tersebut.

Kebijakan tersebut membuat warga Gaza saat ini hanya bisa makan satu kali setiap dua hari. Data menunjukkan sekitar 50.000 anak mengalami malnutrisi akut.

Korban Terus Berjatuhan

Menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza, sekitar 53.901 warga Palestina tewas akibat genosida Israel sejak 7 Oktober 2023. Selain korban tewas, tercatat 122.593 lebih warga Palestina menjadi korban luka dan ribuan lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Militer Israel semakin gencar menyerang Jalur Gaza sejak 18 Maret pasca kesepakatan gencatan senjata dicabut. Sejak itu sekitar 3.747 orang tewas dan hampir 10.600 lainnya terluka.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut Gaza telah memasuki "fase paling kejam" dalam perang tersebut. Guterres juga mengecam pembatasan bantuan Israel yang memperburuk bencana kemanusiaan.

Israel hanya mengizinkan masuknya bantuan dalam jumlah sangat terbatas. PBB mengatakan idealnya diperlukan 500-600 truk pasokan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan dasar 2,1 juta penduduk Gaza, namun kenyataannya jauh di bawah angka tersebut.***

Sumber: merdeka.com

Penulis
: Najwa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)