Dituding Menyinggung SARA, Larshen Yunus Minta Dibuktikan

Datariau.com
1.776 view
Dituding Menyinggung SARA, Larshen Yunus Minta Dibuktikan
Foto: Ist.
Larshen Yunus saat menemui beberapa Tokoh Masyarakat Riau untuk berdiskusi.
PEKANBARU, datariau.com - Aktivis Larshen Yunus menyangkal jika dirinya disebut berpotensi menyinggung suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), sebagaimana disebut Tokoh Lintas Etnis Riau yang mendesak Kapolda Riau menindak Larshen Yunus karena dinilai rawan picu SARA.

"Apa dasar dan buktinya statement Larshen Yunus dianggap rawan picu SARA? Sebab merujuk jejak digital, Larshen Yunus hanya fokus terkait semangat supremasi hukum yang harus tegas terkait penanganan tindak pidana korupsi. Hukum itu pembuktian, jangan ada upaya penggiringan, karena Polri saat ini sangat presisi," kata Larshen Yunus menjawab konfirmasi datariau.com, Sabtu (15/1/2022) malam.

Dikatakan Larshen, dirinya sebagai seorang aktivis dan pegiat anti korupsi terkesan dibungkam dengan penggiringan isu rasis dan SARA. Dia menilai fitnah terlalu banyak dihembuskan, seakan Larshen Yunus mengganggu suku tertentu, Larshen menegaskan agar pihak yang menghembuskan fitnah tersebut untuk bisa membuktikan.

"Jangan begitu, kita harus jantan. Jangan semua digoreng dengan istilah tokoh, sementara yang dipersoalkan sesuai dengan semangat supremasi hukum, kaitan atas tindak pidana korupsi. Kalau merasa tak sesuai, ya lakukan hak jawab hak koreksi. Karena terhadap semua itu menjadi bahagian dari produk jurnalistik," tegas Larshen.

Bahkan Larshen mengaku tidak asing dengan nama-nama Tokoh Lintas Etnis Riau yang disebutkan dalam pemberitaan sebelumnya yang meminta Polda Riau menindak Larshen karena dinilai rawan picu SARA. Seperti nama Syamsul Rakan Chaniago sebagai Tokoh Masyarakat Minang sekaligus mantan Hakim Agung RI, kata Larshen dia tak asing lagi dengan nama tersebut.

"Namun, hingga hari ini saya belum pernah bertemu langsung dengan beliau, orang tua yang sangat saya hormati. Terakhir dari Jarak jauh saya melihatnya, ketika pesta/resepsi pernikahan anak Dr AB Purba SH MH Tokoh Masyarakat Batak Riau/Mantan Anggota DPRD Provinsi Riau di Ballroom Hotel Labersa Pekanbaru," terangnya.

Kemudian Arsadianto Rachman, kata Larshen baginya tak asing lagi, dia sering diskusi melalui seluler. "Dalam seminggu saya kerap menghubungi beliau, dua kali setidaknya bertanya tentang kabar. Om Anto adalah orang tua dari ketua saya dulu di DPD KNPI Provinsi Riau, Abangda Ari Nugroho Arsadianto. Sampai malam ini Sabtu 15 Januari 2022 saya juga menghubungi beliau. Bagi saya, Om Anto adalah sosok Ayah yang sejuk pada saat diskusi. Terakhir kami duduk ngopi di Restoran Hotel Pangeran Pekanbaru," bebernya.

Juga dengan Tokoh Batak Fajar Menanti Simanjuntak dan Pontas Napitupulu, Larshen mengaku baru-baru ini bertemu dengan mereka saat pesta pernikahan anak Dr AB Purba SH MH di Ballroom Hotel Labersa Pekanbaru. "Hingga saat ini seingat saya rasa hormat dan tutur kata yang sopan selalu saya kedepankan," terangnya.

Hanya dengan Tokoh Masyarakat Melayu Riau M Nasir Day kata Larshen belum pernah bertemu dan diskusi, namun bagi Larshen nama M Nasir Day tak asing di telinganya.

"Karena selain Tokoh Masyarakat Melayu, Ayahanda itu juga saya ketahui sebagai seorang Budayawan Riau, semasa saya SD, SMPN, SMA hingga tamat kuliah, acap mendengar nama Ayahanda itu, pokoknya harum bak bunga mawar," puji Larshen.

Ditambahkan Larshen, sebagai anak muda usia 30 tahun, dia menyadari masih perlu banyak belajar dari para senior dan orang yang dituakan. Baginya ungkapan cinta dan kasih sayang bukan sekedar memuji dengan kata-kata, namun dengan kritikan dan teguran adalah bahagian dari bentuk rasa cinta dan kasih sayang.

"Terimakasih untuk hal itu. Hormat dan sungkem saya buat para orang tua dan senior yang saya sebutkan di atas. Hanya saja, jangan dianggap melawan tatkala seorang junior berusaha untuk menyampaikan penjelasan terkait hal-hal yang justru dianggap fitnah yang sangat tendensius," pungkasnya.
Tag:larshen
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)