Cerita Sang Ayah Sebelum Anaknya Tewas Mengikuti Diksar Menwa

1.434 view
Cerita Sang Ayah Sebelum Anaknya Tewas Mengikuti Diksar Menwa
Gambar: Kompas.com

DATARIAU.COM - Salah satu mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Gilang Endi Saputra (21), meninggal dunia ketika mengikuti rangkaian pendidikan dasar (Diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa). Setelah Gilang dimakamkan, ayahnya Sunardi mengenang kembali momen saat putranya tersebut memilih ikut menwa dan melakukan persiapan untuk menjalani diksar.

Menurut Sunardi, keikutsertaan Gilang dalam menwa merupakan suatu keunikan tersendiri, sebab sebelumnya ia memang menawarkan Gilang untuk menjadi penegak hukum ataupun prajurit seperti dirinya.

Sunardi seorang pensiunan TNI tersebut menceritakan, usai kuliah Gilang sempat pulang ke rumah di Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar. Ketika itu Gilang mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan dalam mengikuti Diksar Menwa.

"Pamitnya hari Jumat (22/10/2021). Dulu anak itu disuruh jadi tentara nggak mau, polisi nggak mau, setelah sudah kuliah malah ikut menwa. Semangat sekali, kemarin berangkat itu semangat sekali," ujar Sunardi di Karanganyar, Senin (25/10/2021).

Sunardi mengungkaapkan bahwa ia ikut sibuk juga menyiapkan perlengkapan putranya yang akan mengikuti Diksar Menwa tersebut. Sunardi juga sempat memberikan sepatu PDL baru miliknya pada Gilang.

"Kontak terakhir Jumat malam itu. Malam-malam saya nyariin perlengkapan karena dadakan kan. Anak saya bilang, 'Pak sepatunya yang PDL', kebetulan saya masih punya cadangan ada di dus masih baru. Saya cuci tak beliin semir, saya semir dulu, saking semangatnya," kenang Sunardi.

Sunardi mengaku tidak tahu kondisi Gilang usai berangkat mengikuti diksar menwa tersebut. Baru, pada Senin dini hari tadi, dua orang perwakilan mahasiswa menyambangi kediamannya dan membawa kabar berita buruk itu.

"Informasi awal katanya anak saya kesurupan, tapi kok kondisinya seperti itu," ucap Sunardi.

Sunardi pun menyebut proses hukum terkait meninggalnya Gilang masih terus berlanjut. Hal ini dilkukan guna memberikan kepastian penyebab meninggal anaknya itu.

"Saya nggak menuduh kesalahan siapa. Saya cuma ingin tahu, kan belum tentu penganiayaan hasilnya (autopsi), kita nggak bisa nuduh kan. Bagaimanapun hasilnya saya terima dengan ikhlas," katanya.

Imbas dari tewasnya Gilang, rektorat UNS menghentikan sementara seluruh rangkaian Diksar Menwa dan mengevaluasinya.

"Sementara kita hentikan terutama yang menyangkut kegiatan-kegiatan fisik di lapangan. (Tidak hanya Menwa) Untuk sementara waktu ini kita hentikan semuanya," ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof Ahmad Yunus, saat ditemui di TPU Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Senin.

"Tidak sampai dibekukan, kita hentikan sementara. Kita evaluasi semuanya apa yang kurang harus kita lengkapi," imbuhnya.

Ahmad menyebut kegiatan Diksar Menwa itu digelar atas sepengetahuan pihak kampus. Termasuk salah satunya kegiatan yang dilakukan di wilayah Jurug, yang berada di luar wilayah kampus UNS.

"Pelatihan yang diadakan oleh Menwa, kita sudah memberikan izin kegiatan itu di kampus. Yang di Jurug itu salah satu rangkaian yang ada di kampus, karena tidak jauh makanya kita izinkan," terangnya.

Ahmad menjelaskan, pihak kampus telah memberikan pendampingan kepada keluarga hingga proses autopsi. Pihak UNS juga menanggung seluruh biaya akibat peristiwa ini.

"Tadi atas izin keluarga kita sudah melakukan autopsi, kita juga ikut menunggui, dan semua biaya tanggung jawab UNS," kata dia.

Hingga kini, pihaknya masih menunggu hasil dari autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian Gilang. UNS pun menyerahkan seluruh proses kepada aparat kepolisian.

Sebelumnya diketahui Gilang meninggal dunia pada hari Minggu (24/10/2021) saat mengikuti serangkaian kegiatan Diksar Menwa UNS di kawasan Jurug, Solo, Jawa Tengah. (*)

Source: cnnindonesia.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)