Bupati Siak ke ANRI Konsultasi Terkait Usulan Gelar Pahlawan Nasional Tengku Buwang Asmara

Hermansyah
61 view
Bupati Siak ke ANRI Konsultasi Terkait Usulan Gelar Pahlawan Nasional Tengku Buwang Asmara
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi.

SIAK, datariau.com - Bupati Siak Alfedri mengatakan pengusulan Sultan ke-II Mahmud Abdul Jalil Muzaffarsyah atau Tengku Buwang Asmara sebagai pahlawan nasional memerlukan persyaratan, dokumen-dokumen yang harus lengkapi.

Bersama Kadis Sosial Siak Wan Idris dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak M Arifin, Bupati Siak Alfedri meninjau langsung ke Arsip Nasional Republik Indonesia(ANRI) konsultasi bersama Kepala ANRI Imam Gunarto, Plt. Deputi Bidang Konservasi Arsip Multi Siswati dan Koordinator Kelompok Substansi Layanan Arsip Statis dan Pusat Studi Arsip Retno Wulandari, Kamis(4/11/2021).

"Alhamdulillah hari ini kami ke Lembaga Arsip Nasional meminta untuk mencari kelengkapan kearsipan terkait Perang Guntung yang dipimpin oleh sultan ke-II Mahmud Abdul Jalil Muzaffarsyah atau Tengku Buwang Asmara yang menyatakan tulisan atau stetmen perlawanan terhadap penjajah belanda pada saat itu," ucap Alfedri.

Beliau berharap bantuan dari Arsip Nasional agar dapat menjadi syarat kelengkapan untuk di ajukannya sultan ke-II Mahmud Abdul Jalil Muzaffarsyah atau Tengku Buwang Asmara untuk diajukan menjadi pahlawan nasioanal nantinya.

Sementara itu Plt. Deputi Bidang Konservasi Arsip Multi Siswati mengatakan kearsipan Tengku Buwang Asmara harus membaca dan membutuhkan waktu karena beliau semasa VOC karena tulisannya masih zaman Belanda dahulu.

"Karena pada saat itu peristiwa penting kita harus meriset merigister tanggal peristiwa lokasi tahunnya, karena nama berbeda di arsip juga berbeda dan bahasanya juga bahasa Belanda Kuno. Jadi, butuh orang tertentu untuk mentranslitnya," ucap Multi Siswati.

Dia menambahkan biasanya kalau sudah perlawanan melawan Belanda biasanya dicatat khusus sama Belanda, makanya kita cari kunci pada tahun itu dan harus membaca terlebih dahulu berkaitan dengan Perang Guntung.(rls)

Kirim berita, hak jawab, laporan: 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)