Beli Kucing Online Malah Dikirim Anak Harimau Sumatera

Ruslan
601 view
Beli Kucing Online Malah Dikirim Anak Harimau Sumatera
Ilustrasi (Foto: Int)

DATARIAU.COM - Membeli kucing secara online adalah aktivitas yang wajar di era digital saat ini. Namun, bagaimana jika kucing pesanan yang datang ternyata adalah seekor harimau Sumatera?

Kejadian aneh ini bermula ketika sepasang suami istri yang tidak disebutkan identitasnya di Le Harve, Prancis, hendak membeli seekor anak kucing Savannah pada September 2018 lalu. Saat itu, mereka tertarik dengan sebuah iklan online yang menjual kucing Savannah, ras kucing persilangan kucing liar serval dari Afrika dengan kucing domestik ras siam, dengan harga 6.000 euro atau Rp 104 juta.

Setelah deal, penjual pun datang untuk mengantarkan kucing pesanan mereka. Tak disangka, penjual kucing justru memberikan seekor bayi harimau Sumatera berusia 3 bulan dan bukan anak kucing Savannah.

Menurut penuturan pasangan itu, awalnya mereka tak menyadari bahwa anak kucing yang mereka dapatkan adalah bayi harimau. Selang beberapa hari, mereka mulai menyadari ada yang aneh dengan kucing yang mereka beli.

Mereka langsung menghubungi kepolisian setempat ketika menyadari ada yang tidak beres dengan 'kucing' mereka.

Polisi pun menginvestigasi kasus ini selama dua tahun. Menurut laporan France Bleu, 9 orang pelaku perdagangan harimau Sumatera ini akhirnya ditangkap pada Selasa, 6 Oktober 2020.

Kepolisian setempat mengaku tidak mengetahui dari mana kucing besar itu berasal. Namun, kepolisian mengatakan kalau harimau Sumatera sempat tampil di video rap yang direkam di Normandy, Prancis.

Saat ini, sang harimau Sumatera dalam keadaan sehat dan telah diserahkan ke Kantor Keanekaragaman Hayati Prancis. Meski demikian, tidak jelas di mana lokasi kucing besar itu dipindahkan.

Harimau Sumatera sendiri merupakan spesies yang sangat terancam. Menurut organisasi suaka alam World Wildlife Fund (WWF), populasi harimau Sumatera kurang dari 400 ekor di dunia.

"Di Indonesia, siapa pun yang tertangkap berburu harimau bisa menghadapi hukuman penjara dan denda tinggi,” kata WWF.

“Namun meskipun ada peningkatan upaya dalam konservasi harimau termasuk memperkuat penegakan hukum dan kapasitas anti perburuan pasar yang substansial tetap ada di Sumatera dan bagian lain Asia untuk bagian dan produk harimau.” (*)

Sumber
: https://kumparan.com/kumparansains/orang-ini-beli-anak-kucing-rp-104-juta-malah-dapat-bayi-harimau-sumatera
Tag:Harimau