Bayi Perempuan Dibuang di Dalam Masjid, Sepasang Remaja Ditangkap Polres Rohul

datariau.com
1.106 view
Bayi Perempuan Dibuang di Dalam Masjid, Sepasang Remaja Ditangkap Polres Rohul

ROKAN HULU, datariau.com - Melahirkan bayi dari hasil hubungan terlarang serta menelantarkannya di Masjid Ummi Jailun Desa Babussalam Kecamatan Rambah, Senin 6 Februari 2023, sepasang kekasih di luar nikah, berinisial SFL (19) dan ER (27), diringkus Personil Unit PPA Sat Reskrim Polres Rokan Hulu (Rohul).

Hal tersebut terungkap saat kegiatan Conference Pers yang dipimpin Kapolres Rohul AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MM, didampingi Kasat Reskrim AKP D Raja Putra Napitupulu SIK MH, Kanit PPA Aipda Sahran Hasibuan SH di Mako Polres Rohul, Rabu (8/2/2023).

Hadir pada kegiatan ini Kabag Ops Polres Rohul Kompol Aditya Reza Syahputra SE MAk, Kasat Res Narkoba AKP Riza Effyandi SH MH, Kasat Samapta Didi Antoni SH MH, Plt Kanit Propam Iptu H Panjaitan SH, puluhan Wartawan Media Online, Cetak, Elektronik, Telivisi dan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH menjelaskan, pengungkapan Tindak Pidana (TP) menempatkan anak yang umurnya belum Tujuh Tahun untuk ditemukan atau meninggalkan anak itu dengan maksud untuk melepaskan diri dari padanya.

Lanjutnya, Senin 6 Februari 2023 Unit PPA Polres Rohul mengamankan Dua Pelaku TP menempatkan anak yang umurnya belum Tujuh Tahun untuk ditemukan atau meninggalkan anak itu dengan maksud untuk melepaskan diri dari padanya, terjadi di Masjid Ummi Jailun Desa Babussalam Kecamatan Rambah.

Ketika itu, Senin 6 Februari 2023 sekitar pukul 14.00 Wib Kasat Reskrim Polres Rohul mendapat informasi dari Bhabinkamtibmas Polsek Rambah tentang adanya penemuan bayi berjenis kelamin perempuan di dalam Masjid Ummi Jailun, tepatnya di Desa Babussalam Kecamatan Rambah.

Mendapatkan informasi tersebut, Kasat Reskrim memerintahkan Kanit PPA Sat Reskrim Polres Rohul Aipda Sahran Hasibuan SH untuk melakukan chek TKP penemuan bayi tersebut.

"Sesampainya Unit PPA Sat Reskrim Polres Rohul di Masjid Ummi Jailun Desa Babussalam, Unit PPA bersama dengan Bhabinkamtibmas Polsek Rambah dan Imam Masjid langsung melakukan penanganan dan perawatan terhadap bayi yang ditemukan ke RSUD Rohul untuk mendapatkan perawatan," terang Kapolres.

"Unit PPA Sat Reskrim Polres Rohul berkoordinasi dengan Dinas Sosial UPTD PPA Rohul terkait penemuan bayi tersebut dan membuat laporan terkait penemuan bayi berjenis kelamin perempuan tersebut untuk mendapat kepastian hukum yang berlaku," katanya.

Berdasarkan laporan tersebut, lanjut Kapolres AKBP Pangucap, Unit PPA Sat Reskrim Polres Rohul langsung melakukan penyelidikan dan mendapat petunjuk dari TKP, pada Senin Februari 2023, terdapat plastik berwarna biru dan bertuliskan Bidan Maria.

Selanjutnya, Unit PPA Sat Reskrim Polres Rohul dan Bhabinkamtibmas memastikan identitas bayi mengenai orangtuanya melalui Bidan Maria tersebut.

Tim berhasil mendapatkan surat kelahiran bayi yang berisikan identitas dari SFL dan ER, atas hal ini, Kasat Reskrim Polres Rohul memerintahkan Kanit PPA untuk mencari keberadaan orangtua si bayi.

Hasilnya, Kanit PPA mendapatkan informasi orangtua dari bayi tersebut yang berinisial ER sedang berada di rumahnya yang berada di Kecamatan Rambah Samo.

"Kanit PPA beserta Tim berhasil mengamankan yang diduga ayah dari bayi tersebut, sebab ER mengakui bahwa anak itu merupakan hasil hubungan gelapnya dengan SFL yang merupakan satu rekan kerjanya di rumah makan," ungkap Kapolres.

"Kemudian, ER mengakui juga bahwa dialah yang meletakkan bayi tersebut di dalam Masjid Ummi Jailun Desa Babussalam Kecamatan Rambah," ujarnya.

"Kanit PPA beserta Anggota mendapat informasi bahwa SFL berada di Kecamatan Sosa Timur, tim langsung menuju keberadaan SFL, sesampainya tim di Kecamatan Sosa Timur Kabupaten Padang Lawas dan berhasil mengamankan SFL, ibu bayi yang ditemukan tersebut mengakui bahwa bayi berjenis kelamin wanita yang berada dalam Masjid Ummi Jailun Desa Babussalam tersebut merupakan bayi hasil hubungan gelap dengan ER," terangnya.

Masih Kapolres menerangkan, SFL mengakui bahwa bayi tersebut lahir pada Ahad 5 Februari 2023 di Bidan Maria, didampingi pasangan gelapnya ER dan SFL juga mengakui bahwa hal tersebut mereka lakukan, sebab malu kepada keluarga, karena memiliki anak di luar nikah.

"Oleh sebab itu, tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Rohul untuk proses hukum yang berlaku," pungkas Kapolres AKBP Pangucap.

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim AKP D Raja Putra Napitupulu SIK MM menerangkan, adapun barang bukti yang berhasil diamankan 1 set kasur dan bantal bayi bewarna hijau, 2 helai kain bedong bayi bewarna hijau, 1 helai kain bedong bayi bewarna merah muda, 1 helai kain bedong bayi bewarna kuning, 2 helai kain panjang dan kantong plastik bewarna biru.

"Terhadap kedua tersangka dijerat Pasal 76B Jo 77B UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak menjadi UU atau Pasal 307 KUH Pidana dan Pasal 305 KUH Pidana diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan," tegasnya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)