Ada Efisiensi Anggaran dalam Acara Petang Megang, Begini Tanggapan Plt Ketua MKA LAMR Pekanbaru

datariau.com
1.740 view
Ada Efisiensi Anggaran dalam Acara Petang Megang, Begini Tanggapan Plt Ketua MKA LAMR Pekanbaru
Plt Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka (sebelah kiri).

PEKANBARU, datariau.com - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka, mengapresiasi kebijakan Pemko Pekanbaru yang menggelar acara Petang Megang dengan pendekatan yang lebih efisien.

Menurutnya, yang terpenting bukanlah kemewahan acara, melainkan adalah makna dan tujuan yang ingin dicapai dalam menjaga tradisi dan memperkuat nilai-nilai budaya serta keagamaan masyarakat Melayu.

“Kita mendukung langkah Pemko Pekanbaru yang menitikberatkan pada substansi acara, bukan sekadar kemewahan. Petang Megang adalah tradisi yang harus dijaga, tetapi pelaksanaannya harus tetap mempertimbangkan efisiensi anggaran agar dana daerah dapat dimanfaatkan lebih optimal untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Oka, Kamis (27/2/2025).



Dikatakan Oka, sebagai bagian dari warisan budaya Melayu, Petang Megang memiliki nilai sejarah yang tinggi dalam menyambut bulan suci Ramadan. Adat dan budaya pun harus tetap menjadi bagian dari pembangunan daerah, tetapi dalam pelaksanaannya perlu kebijakan yang bijak agar tidak membebani keuangan daerah.

“LAMR Pekanbaru berkomitmen untuk terus menjaga adat dan budaya Melayu sebagai identitas daerah. Namun, dalam konteks pengelolaan anggaran, kita harus memastikan bahwa pelaksanaan tradisi tetap berjalan tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.

Oka yang dipercayai sebagai Plt Ketua MKA LAMR Pekanbaru ini berharap agar tradisi Petang Megang tidak hanya menjadi seremonial tahunan, namun juga momentum untuk mempererat silaturahmi dan menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda.

Ia juga mendorong agar Pemko Pekanbaru terus berkolaborasi dengan LAMR dalam menjaga serta mengembangkan kebudayaan Melayu dengan pendekatan yang lebih inovatif dan efektif.

“Kami di LAMR siap berkolaborasi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat agar adat dan budaya Melayu semakin kuat dalam kehidupan sehari-hari, tanpa mengesampingkan prinsip efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaannya,” tutup Oka.

Acara Petang Megang sendiri merupakan salah satu tradisi khas masyarakat Melayu Riau dalam menyambut Ramadan, yang biasanya diisi dengan prosesi budaya dan keagamaan untuk mempererat persaudaraan serta menumbuhkan semangat kebersamaan. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)