Warga Kuansing Ini Yakin Pencuri di Rumahnya Miliki Ilmu Pukau

Tertidur Dalam Keadaan Duduk di Rumah, Menyaksikan Pertandingan Bola Kaki di TV, Rumhanya Kemalingan

Datariau.com
18.305 view
Tertidur Dalam Keadaan Duduk di Rumah, Menyaksikan Pertandingan Bola Kaki di TV, Rumhanya Kemalingan

TELUKKUANTAN, datariau.com  - Pukau adalah sejenis ilmu kebatinan, ilmu ini dapat membuat orang lain bisa tertidur pulas, tidak bergerak dan tertegun, jika pengamalnya membacakan mantera yang telah ia kuasai.

Kejadian ini dialami WS (28) salah seorang wartawan di Kuansing, saat rumahnya dimasuki maling, Rabu (4/7/2018) dinihari, sekira pukul 03.00 WIB

WS mengakui, pada malam kejadian, dia sampai tertidur dalam keadaan duduk. Padahal waktu itu, ia tengah sedang menyaksikan pertandingan bola kaki, yang disiarkan secara live.

Sebelumnya, menurut WS, dia tidak pernah tertidur dalam posisi duduk. "Saya rasa dia (pelaku) memiliki ilmu pukau. Tak masuk akal rasanya saya bisa tertidur sambil duduk," aku WS saat bincang-bincang dengan Riauterkini.com, di kantor PWI Kuansing, Kamis (5/7/2018) kemarin.

Untuk memastikan ilmu pukau ada atau tidaknya, wartawan mencoba mencari tahu informasi ke daerah lumbungnya ilmu kebatinan di Pangean dan menemui orang tua, Kudisri (65) Jum'at (6/7/2018) petang.

Dari keterangan Kudisri, ilmu pukau sudah tidak asing lagi baginya dan ilmu ini kata dia memang ada. Di Pangean, daerah yang terkenal dengan silatnya ini, ilmu kebatinan tersebut, diberikan secara turun temurun kepada orang yang dapat dipercaya.

"Ilmu ini, bisa juga disebut dengan ilmu gendam, lebih populer disebut hipnotis. Namun, cara prakteknya jauh berbeda. Sebab ilmu pukau ini, bisa mengendalikan orang lain, dari jarak jauh," jelasnya.

Bahkan, kata dia si pengamal ilmu ini, bisa menguasai orang, tanpa harus bertatap muka. Tidak hanya individu, seisi rumah bisa dikuasai, maupun satu kampung, jika sudah menguasai secara sempurna.

Ia menuturkan, dimasa lalu ilmu ini tidak digunakan untuk kejahatan. Akan tetapi oleh orang-orang tua dahulu dimanfaatkan untuk hal kebaikan. Seperti dimasa penjajahan, pasukan lawan bisa dibuat linlung, sehingga musuh bisa ditaklukkan dengan mudah.

"Saat sekarang orang yang menguasai ilmu ini tidak banyak lagi. Ada memang ada, tapi tak seberapa, karena telah banyak dibawa mati, oleh orang tua-tua. Bukan tidak mau mewariskan, takutnya disalah gunakan," tukas Kudisri

Sumber
: riauterkini.com
Tag:pencuri
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)