SIAK, datariau.com - Pelantikan Pj Penghulu dan Badan Permusyawaratan Kampung (Bapekam) Buatan II, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, Jumat (27/9/2019) pagi, oleh Bupati Siak Drs H Alfedri Msi dilaksanakn di aula Kantor Camat Koto Gasib.
Pelantikan Pj Penghulu Kampung Buatan II Tarmijan oleh Bupati Siak Drs H Alfedri Msi pengisi kekosongan Kepala Kampung Buatan II sebelumnya yang mengikuti Pilkampung selanjutnya pada November nanti.
Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan PJ Penghulu Kampung Buatan II dan Badan Permusyawaratan Kampung Buatan II ini dihadiri langsung oleh Kadis DPMK Siak, Camat Koto Gasib Dicky Softan SSTP, Kapolsek Koto Gasib diwakilkan Paur Humas Polsek Koto Gasib, Anggota DPRD Siak H Fairuz SAg dan para tamu undangan lainnya.
"Masih ada dua Pj Penghulu Kampung lagi yang akan dilantik yakni Kampung Keranji Guguh dan Teluk Rimba yang mana masa jabatannya masih ada sampai 25 Oktober 2019 yang akan segera dilantik oleh Bupati Siak nanti," kata Camat Koto Gasib Dicky Sofyan SSTP, Jumat (27/9/2019) pagi.

Untuk Pemilihan Kepala Kampung (Pilkampung) selanjutnya, lanjut Dicky, berlangsung pada tanggal 29 November 2019 mendatang, dimana panitia agar berlaku adil dalam Pemilihan Kepala Kampung tersebut nantinya.
"Jangan ada nanti waktu kampanye penyampaiannya berbentuk black campaign (kampanye hitam), rasis, agama dan suku (RAS) pada November nanti. Harapan kita bersama tetap bekerjasama dan dukungan dari Bapekam dengan Penghulu Defenitif (Buatan II) dalam pembangunan kampung kedepan," jelasnya.
Sementara Bupati Siak Drs H Alfedri Msi dalam sambutannya mengatakan agar penghulu yang baru dilantik dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Pada Pilkampung nanti, siapapun yang terpilih ikut mendorong pembangunan kampung.
"Kampung Buatan II atau Pangkalan Pisang ini merupakan salah satu daerah dengan barometer dalam perkembangan pembangunan kampung," sebut dia.
Kemudian, kata Alfedri, jalankan fungsi Bapekam dengan baik, sebab fungsinya sama dengan Anggota DPRD yang turut mengawasi. Bapekam dapat turut mengawasi roda pemerintah dan tetap bekerjasama dengan Pemerintahan Kampung tersebut.
"Maka kami ingatkan lagi tetap jaga pola kemitraan dengan Pemerintah Kampung (penghulu), kami ucapkan terima kasih dan berikan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada Penghulu Kampung sebelumnya," ungkap dia.
Selanjutnya, jelas Alfedri, jangan mudah terpancing dengan isu-isu dari luar, tetap menciptakan kondisi, situasi aman dan tentram.
Perihal Karhutla, Alfedri mengatakan biaya yang cukup besar dalam pemadaman Karhutla tersebut. Disitu, kata dia, sudah ada MPA dan Water Boming, dengan harapan jangan sampai ada yang membakar hutan dan lahan.
"Pembakaran hutan dan lahan ditindakan tegas. Mari bersama-sama menjaga agar tidak ada bencana asap lagi, bencana Karhutla ini 80 persen itu disebabkan oleh manusia," pungkasnya.
Pj Penghulu Kampung Buatan II saat ini resmi dipimpin oleh Parzimin, sedangkan untuk Ketua Bapekam Buatan II oleh Zulfikar.