Akibatnya pengguna jalan, khususnya guru dan siswa di SDN 8 yang ingin berangkat ke sekolah sedikit kewalahan. Mereka harus rela berjalan pelan-pelan sambil menunggu arus jalan kembali normal.
Dari pantauan, terjadinya kemacetan mulai sekitar pukul 06.30 wib pagi, bersamaan siswa berangkat ke sekolah (Senin-Jum'at). Jika lewat melalui jalan arah selatan, kemacetan disepanjang jalan Imam bonjol kira-kira lebih kurang 500 meter menuju ke sekolah.
Banyak pengunjung pasar yang memarkirkan kendaraan ditepi jalan ketika sedang berbelanja. Ditambah banyaknya pengguna jalan kaki. Maka terjadi kemacetan, walaupun tidak sampai menjelang siang.
Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Perhubungan telah melakukan upaya memaksimalkan arus jalan, khususnya di penyeberangan jalan ke arah SDN 8 Selatpanjang.
"Kita (Dinas Perhubungan, red) telah melakukan pengawasan dan pengaturan arus jalan Imam bonjol, yang kita fokuskan ke sekolah SDN 8 Selatpanjang," kata Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti, DR Aready ST MSi melalui Kabid Darat, Azwan, belum lama ini.
Kata Azwan, pihaknya telah meletakkan petugas dikawasan terus tersebut. Sesuai dengan surat perintah, yang berlaku setiap bulan sekali dilakukan rolling (pertukaran petugas).
"Tetap kita jaga disitu (penyeberangan arah sekolah). Ada dua personil untuk mengatur dan membantu kelancaran arus di penyeberangan jalan," ujar Azwan.
Menurutnya, sementara regulasi itu yang dapat membantu anak-anak dan guru sekolah yang menggunakan fasilitas dalam menertibkan dikawasan tersebut.
"Sampai mereka (siswa dan guru) sudah masuk sekolah, ya tugas kita selesai, begitu seterusnya. Itulah tugas tertentu dari fungsi Dishub untuk membantu kelancaran jalan tersebut," tutur Azwan lagi.
Selain itu, terkait arus kelancaran jalan, diakuinya terdapat beberapa kendala yang menjadi persoalan dalam mengatur di Jalan Imam Bonjol.
Contohnya seperti tidak adanya lahan parkir untuk kendaraan bagi pengunjung pasar.
"Karena disitu suasana pasar, jadi sulit kita mengatur dan menertibkan parkir kendaraan. Bisa kita atur dengan menertibkan perbagian, namun tidak ada lahan, sebab semua kawasan rata- rata digunakan untuk berjualan," terang Azwan.
Sementara, Soleh Udin, masyarakat Meranti sebagai pengguna jalan yang sering melewati Jalan Imam Bonjol sangat mengapresiasi upaya pemerintah dalam mengatur kemacetan dikawasan sekolah.
Diakuinya, tiap hari dirinya mengantar adiknya ke sekolah dapat terbantu melalui jalan dikawasan tersebut. Karena sudah ada petugas (Dishub) berjaga mengatur penyeberangan jalan ke sekolah.
"Dulu sebelum ada petugas, areal ini macet sekali saat ingin mengantarkan adik saya ke sekolah. Namun sekarang sedikit lumayan lah, sudah ada petugas, jadi kita mudah melalui jalan tersebut karna ada yang mengaturnya," ungkap Soleh. (rat)