Menteri Susi Akan Tuntaskan Konflik Antar Nelayan di Provinsi Riau

Ruslan
931 view
Menteri Susi Akan Tuntaskan Konflik Antar Nelayan di Provinsi Riau
Foto: Int
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

PEKANBARU, datariau.com - Konflik antar nelayan yang terjadi di perairan Provinsi Riau membuat Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti turun tangan untuk mengakhiri perpecahan yang telah lama bergejolak itu.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim mengatakan bahwa Menteri yang sudah menenggelamkan ratusan kapal perusak dan pencuri ikan di perairan Indonesia itu akan mengakhiri konflik yang terjadi itu di awal Oktober 2018 mendatang.

"Rencananya di 3 Oktober, Menteri Susi akan ke Riau mengenai masalah perairan kita. Nelayan luar Riau membawa peralatan yang dilarang untuk menangkap ikan," jelasnya.

Mantan Bupati Rokan Hilir dalam masa-masa tahun 2001 hingga 2007 itu mengatakan bahwa konflik itu telah lama diketahuinya. Terutama antara nelayan Riau, Jambi, Sumatera Utara hingga nelayan dari Malaysia.

"Mereka itu masuk ke wilayah Riau membawa alat yang melanggar aturan hingga ke pulau Jemur. Di sana berkumpul 3 kelompok nelayan. Ada yang dari Malaysia, Riau, Sumut. Itu yang membuat konflik. Pulau Jemur itu bagi orang Sumut masih wilayah mereka. Sementara kita berpedoman dari Kesultanan Siak," tegasnya.

Sebelumnya, konflik antara nelayan Jambi, Sumatera Utara dan Kepulauan Riau marak terjadi saat berada di perairan Provinsi Riau. Baik konflik yang berujung di meja perundingan, hingga melayangnya nyawa salah satu pihak.

Atas kondisi ini, pejabat berwenang dari Jambi, Sumatera Utara dan Kepulauan Riau duduk bersama untuk mencari solusi.

"Saat ini kita disini sama-sama ingin mencari solusi. Saya ajak bapak-bapak disini untuk menyelesaikan permasalahan ini," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Riau, Herman, Kamis, 20 September 2018.

Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: riauonline.co.id
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)