Kendaraan Melebihi Tonase Luluh lantak Jalan Sukajadi Siarang-arang

601 view
Kendaraan Melebihi Tonase Luluh lantak Jalan Sukajadi Siarang-arang
Foto: Riswandi
Kerusakan jalan disebabkan banyak kendaraan yang mengangkut sawit melebihi tonase, sementara jalan lintas Suka jadi, hanya kapasitas 8 ton.

ROKAN HILIR, datariau.com - Keberadaan jalan lintas Siarang-arang, menuju ke Suka jadi, Kecamatan Pujud saat ini sudah mulai hancur. 

Kerusakan jalan tersebut disebabkan banyak kendaraan yang mengangkut sawit melebihi tonase, sementara jalan lintas Suka jadi, hanya kapasitas 8 ton saja. 

Saat ini, kondisi jalan yang baru dibangun, sudah mulai rusak, dan akan merugikan masyarakat yang ada didalam kepengjuluan Suka jadi. 

Kendaraan yang melintas dijalan tersebut, melebihi tonase sudah berjalan sejak lama, namun sampai saat ini belum ada tindakan dari pemerintah. 

Seperti yang diungkapkan, Ponoh, warga Pujud, dirinya menceritakan kerusakan jalan disebabkan kendaraan yang melebihi tonase sangat panjang. 

Itu terjadi di jalan lintas Siarang-arang, menuju ke Kepengjuluan Suka jadi, Kecamatan Pujud, itu sudah terjadi sangat lama, tambah lagi saat musim penghujan. "Kalau kita lihat, selalu kendaraan yang besar masuk kedalam, selain mengangkut karet warga juga mengangkut muatan lainnya," kata Ponoh. 

Selain Ponoh Hal yang serupa disampaikan oleh Suardi, dirinya sangat kesal melihat kendaraan melebihi tonase yang ilir mudik membawa muatan. 

Akibatnya, jalan yang dibangun oleh pemerintah daerah, menjadi rusak berat, seperti yang terlihat di km 9 jalan lintas suka jadi, dibangun pada 2019 lalu, kini sudah banyak yang terkelupas. "Kalau sudah seperti itu, siapa yang tanggung jawab, mereka (perusahaan) yang punya armada mana mungkin yang perbaiki," jelas Suardi. 

Masih kata Suardi, jalan lintas Siarang-arang, menuju ke Suka jadi, masi kotogari jalan kabupaten, itu hanya bisa dilalui kendaraan yang dibawa 8 ton, tapi ini yang melintas kadang sampai dengan 40 ton. 

Tambah lagi, kondisi jalan suka jadi sebelumnya tanah rawan yang ditimbun oleh pemerintah dengan menggunakan tanah yang diambil dari luar. "Sebelum jadi-jalan, itu dulunya rawa yang dipasang gambangan, tepatnya di km 9, karna kondisi tanah yang ada lembut, itu bisa merusak bangunan base atau hotmik yang ada," kata Suardi. 

Masih kata Suardi, untuk menjaga ketahanan jalan, dan tidak merugikan masyarakat yang ada didalamnya, sebaiknya pemerintah melarang mobil yang melebihi tonase tinggi masuk kedalam Kepenghuluan Suka jadi. "Supaya jalan yang di bangun pemerintah Rokan Hilir bertahan lama, sebaiknya kendaraan yang masuk ke Suka jadi, dibatasi, dan dipersimpangan harus dipasang Portal," harap Suardi. (ndi).

Penulis
: Riswandi
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)