KPU Meranti : Peran Media Sangat Penting Dalam Menyukseskan Pemilu 2019

Rahmad
402 view
KPU Meranti : Peran Media Sangat Penting Dalam Menyukseskan Pemilu 2019
Foto : Rahmat
Ketua PWI Kepulauan Meranti, Ahmad Yuliar, selaku narasumber memberikan pemaparan dalam kegiatan Sosialisasi Pemilu 2019 ke Media Massa yang ditaja oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Meranti.
MERANTI, datariau.com - Peran serta media massa sangat penting dalam menyukseskan pemilu 2019. Karena media massa sangat efektif dalam menyebarluaskan informasi ke publik, sehingga perkembangan pemilu dapat disajikan dengan akurat.


Hal itu diungkapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Meranti, Abu Hamid, dalam Sosialisasi Pemilu 2019 ke Media Massa, di ballroom Afifa Sport Center, Jalan Banglas, Selatpanjang, Jum'at (8/2/2019).


Ia mengakui, tujuan peran media massa memang sangat penting dalam menyajikan berita informasi tentang pemilu. Namun, tak lupa juga harus berpedoman sesuai aturan yang telah berlaku.


"Seperti saat ini, maraknya soal berita hoax yang menyebarluas di publik. Dengan begitu, media harusnya dapat melakukan upaya penekanan, salah satunya memberikan klarifikasi terhadap berita hoax yang berkembang tersebut," kata Abu Hamid.


Soal mempublikasikan informasi ke publik, dia berharap media massa bisa menyajikan berita yang tidak merugikan suatu pihak. Begitu juga dengan bahasa yang digunakan, sebaiknya menggunakan serapan bahasa yang dapat dipahami bagi masyarakat.


"Jika membuat suatu berita haruslah berimbang, ciptakan bahasa yang tidak ambigu dalam pemberitaan. Supaya orang bisa menyerap inti berita yang disampaikan," sebutnya.


Hal senada disampaikan Ketua PWI Kepulauan Meranti, Ahmad Yuliar. Ia mengungkapkan, media massa sangat tepat dan efektif menjadi tempat untuk menyebarluas informasi tentang pemilu.


Karena tak jarang, dalam penyebarluasan informasi dilakukan media sosial yang mengandung opini tak terklarifikasi. Sebab, mereka bukan produk jurnalistik yang sesuai dengan kode etik.


"Saya harap wartawan agar menghindari berita bohong. Jika terlibat akan merugikan diri mereka sendiri. Karena memang informasi lebih banyak muncul di media sosial, namun itu sebuah opini yang tidak terklarifikasi. Mereka tidak membekali soal pengetahuan jurnalistik," terang Ahmad Yuliar.


Pria yang akrab disapa Amek itu juga menegaskan, wartawan disarankan agar membuat berita yang berimbang dan netral. Sesuai aturan kode etik jurnalistik. 


"UUD Pers No 40 Tahun 1999 sudah sangat jelas. Pasal itu mengatur bagaimana menjadi wartawan yang baik dan profesional," tambah dia.


Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua KPU Kepulauan Meranti, Abu Hamid, Komisioner Divisi SDM dan Parmas, Yusli SE beserta jajaran KPU Kepulauan Meranti, Ketua PWI Kepulauan Meranti, Ahmad Yuliar selaku narasumber, PWRI B Kepulauan Meranti, dan dan berapa organisasi wartawan lainnya.(mad)

Penulis
: Rahmat Santoso
Editor
: Redaksi