Jaket Denim Jokowi Dihina, Gibran Rakabuming Marah

datariau.com
1.659 view
Jaket Denim Jokowi Dihina, Gibran Rakabuming Marah
Foto: Kapanlagi.com

JAKARTA, datariau.com - Gibran Rakabuming Raka angkat suara kala ayahnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi), dituduh bangga memperlihatkan Indonesia terbelah saat mengenakan jaket denim custom. Jaket itu bergambar peta Indonesia dan dikenakan Jokowi ketika touring menggunakan motor Chopper miliknya di Sukabumi, Ahad, 8 April 2018.

Gibran mengatakan dirinya sempat emosi melihat postingan yang menuduh Jokowi itu viral di media sosial Instagram. "Sempat emosi pas liat postingan @sr23_official dan @pencitraan.tv tentang jaket yang kemarin dipakai ke Sukabumi," tulis Gigran lewat akun Instagram miliknya @chillipari, Senin, 9 April 2018.

Namun Gibran menjelaskan dirinya emosi bukan karena Jokowi dihina, melainkan dua akun tersebut dianggap menghina karya anak bangsa. "Mereka sudah menghina kerja keras @nevertoolavish. Ini brand lokal, loh," ucapnya.

Putra sulung Jokowi ini menjelaskan @nevertoolavish lah yang membuat jaket bergambar peta Indonesia itu. Ia meminta karya anak bangsa seharusnya dihargai.

Ia mempersilakan jika ada masyarakat yang benci kepada Jokowi. Begitu pula jika hendak mengkampanyekan #2019GantiPresiden. "Tapi jangan menghina hasil karya teman saya," kata Gibran.

Gibran meminta pula agar @nevertoolavish memberikan penjelasan soal gambar peta Indonesia yang ada di jaket itu. "Biar para pembenci tahu makna dari gambar-gambar di jaket ini," katanya.

Sebelumnya, akun @sr23_official mengunggah gambar Jokowi yang menjadi cover sebuah koran. Jokowi menggunakan jaket bergambar peta Indonesia yang 'terbelah' lantaran jaket itu tidak dikancingkan. Dalam foto itu tertulis kalimat 'Makna Gambar Ini: Jokowi bangga memperlihatkan Indonesia terbelah'.

Sementara itu, akun @nevertoolavish menjelaskan jaket denim Jokowi di-custom dengan lukisan tangan tim senimannya. Konsep jaket ini, kata mereka, mewakili ragam budaya Indonesia.

Editor
: Angga
Sumber
: Tempo.co
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)