Ibu Rumah Tangga Disarankan Bawa Tas Sendiri Saat Berbelanja

Datariau.com
1.976 view
Ibu Rumah Tangga Disarankan Bawa Tas Sendiri Saat Berbelanja
Rahmad
Asisten I Setda Kepulauan Meranti, Drs Said Asmaruddin saat memberikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi pelaksanaan peduli sampah melalui bank sampah di OPD dan kecamatan se Kepulauan Meranti, di ruang Rapat Melati Kantor Bupati Kepulauan Meranti.

MERANTI, datariau.com - Persoalan sampah memang sudah jadi pembahasan yang belum kunjung usai hingga kini oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Terutama sampah plastik, barang yang sulit dimusnahkan dan perlu formulasi untuk mengatasinya.


Sebagaimana yang diketahui, masyarakat Kepulauan Meranti khususnya kalangan ibu rumah tangga sangat dominan menggunakan barang plastik. Misalnya saja, saat berbelanja ke pasar pasti harus menggunakan kantong plastik dari pedagang untuk membungkus barang belanjaan.


Jika kebiasaan itu terus saja terjadi, efeknya kantong plastik tersebut akan terus menumpuk saat akan dibuang. Sehingga pada akhirnya sampah plastik akan sulit diminimalisir jumlahnya, karena upaya pemusnahannya kurang optimal.


Hal kecil inilah yang jadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Karena jika tidak cepat diatasi, penggunaan kantong plastik akan terus menjadi permasalahan yang rumit.


"Sampah ini memang persoalan klasik, dari dulu sampai sekarang memang jadi persoalan. Apalagi di Indonesia memang terkenal dengan produksi sampah plastik no 2 di dunia. Sebab plastik sangat sulit untuk terurai," kata Asisten II Setda Kepulauan Meranti, Drs Said Asmaruddin, Senin (18/3/2019).


Apalagi sampah plastik, kata dia, akan menjadi butiran-butiran yang akan mencemari ekosistem dan biota laut. Butiran itu nantinya akan dimakan oleh ikan.


"Ikannya kita makan, pasti akan bermasalah bagi kesehatan. Ini yang menjadi persoalan, sebab sampah plastik ini sudah menjadi masalah besar," ujarnya.


Untuk itu, ia menyarankan agar masyarakat Meranti, ketika berbelanja agar tidak menggunakan kantong plastik untuk membungkus barang. Sebaiknya, gunakan tas atau kantong bawaan sendiri. 


"Misalkan hari ini kaum ibu-ibu belanja, plastik ini jangan dibuang, sebaiknya disimpan dan besoknya dipakai lagi. Jadi jangan belanja menggunakan kantong plastik yang diberikan pedagang, sehingga setiap harinya menumpuk. Atau buat tas sendiri dari kain," kata Said Asmaruddin.


Dengan begitu, ia menilai upaya itu adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap persoalan sampah. Jadi sangat penting disosialisasikan ke masyarakat, terutama yang rutin menggunakan benda yang terbuat dari bahan plastik.


"Kalau sampah lain mungkin bisa didaur ulang dan sebagainya. Tapi beda halnya dengan sampah plastik, sebab persoalan sampah ini kalau tidak diperhatikan serius, bakal semakin sulit untuk memusnahkannya. Karena ini sudah masalah darurat," terang dia.


Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Meranti, Hendra mengakui sudah membuat formulasi pembatasan dalam penggunaan sampah agar dilaksanakan tiap OPD dan lingkungan masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir sampah, dan khususnya jenis plastik dalam tiap hari.


"Insya Allah, tahap awal kita juga sudah buat edaran Bupati untuk mengatasi sampah. Untuk setiap OPD di Meranti, kita minta membuat Bank Sampah Unit dan Dinas Lingkungan Hidup sebagai bank sampah ini," ungkap dia, saat dikonfirmasi wartawan. (mad)

Penulis
: Rahmad
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)