Gara-gara Rebutan Gadis 'Kembang Perumahan', Seorang Pelajar Kritis Disabet Celurit

Ruslan
673 view
Gara-gara Rebutan Gadis 'Kembang Perumahan', Seorang Pelajar Kritis Disabet Celurit
Ilustrasi (Foto: Int)

DATARIAU.COM - Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota meringkus seorang pelajar berinisial RSD diwilayah Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. RSD (17) menganiaya teman kecilnya WH (17) hingga kritis dengan senjata tajam jenis celurit.

Kasat Reskrim Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, AKBP Jarius Saragih mengatakan, motif penmbacokan yang dilakukan tersangka tersebut dipicu rebutan perempuan. 

"Karena motif asmara, perkelahian antara mereka itu terjadi hingga WH mengalami kritis hingga kini," katanya kepada wartawan, Selasa (25/9/2018).

Jarius menjelaskan, peristiwa itu terjadi di Jalan Kusuma Utara, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Sabtu 22 September 2018 malam sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu antara korban berselisih dengan pelaku karena berebut seorang remaja perempuan kembang perumahan tersebut.

Keduanya saling tantang melalui pesan singkat whatsapp. Saat itu, kata dia, korban yang terlebih dahulu sampai di lokasi bersama dengan temanya. 

Tak lama kemudian tersangka juga tiba di lokasi juga bersama dengan temanya. 

"Tersangka yang membekali diri dengan celurit langsung menyerang korban," ungkapnya.

Diserang tiba?tiba dengan celurit membuat korban langsung terkapar. Korban mengalami luka bacok di kaki, tangan, dan perut robet hingga ususnya terburai.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari menambahkan, saat ini petugas masih mencari senjata tajam yang digunakan tersangka menganiaya korban hingga kritis. 

"Keterangan tersangka senjata tajam itu dibuang ke parit, masih kita cari barang buktinya," katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka kini mendekam di balik jeruji Mapolrestro Bekasi Kota. Tersangka dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun. Barang bukti disita pakaian korban dan pelaku. 

"Kasus ini masih dalam pengembangan," ujarnya.

Sementara tersangka RSD mengaku menyesal telah menganiaya temanya sejak kecil tersebut. Penganiayaan itu dilakukanya karena emosi dituduh merebut pacar korban. 

Padahal, dia mengaku tak tahu menahu perihal tuduhan tersebut. Apalagi tuduhan itu membuatnya sakit hati.

"Saya diancam, makanya saya melawan," kata RSD.

Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: sindonews.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)