Kampar Kiri, datariau.com - Festival Equator ke 3 yang diselenggarakan dihalaman Tugu Equator Lipat Kain mulai dari tanggal 25 - 28 Oktober 2018 masih berlangsung dengan beragam rangkaian acara yang diagendakan untuk menyambut kunjungan wisatawan, Jumat (26/10/2018).
Acara Festival Equator 3 dihadiri oleh Kementerian Pariwisata Fitri Rosyanti bidang pemasaran I regional I beserta Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Riau dan Kampar, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Fahmizal, Anggota DPRD Kampar Habiburrahman, Repol serta Kepala Dinas Pariwisata Kampar yang diwakili Nur Azman selaku Kabid Pemasaran, Penggerak Kampar Naik Kelas Yuyun Hidayat. Serta beberapa pengunjung hadir dalam Festival Equator ke 3 dengan menggunakan sepeda dari Pekanbaru sekaligus menikmati keindahan alam.
Perwakilan Kementerian Pariwisata Rosyanti berpesan kepada para Pegiat Seni, GenPI, serta Stakeholder lainnya harus bekerjasama dalam memajukan pariwisata di Provinsi Riau.
"Saya harap para Pegiat Seni, GenPI serta Stakeholder lainnya harus saling bekerjasama dalam memajukan pariwisata di Provinsi Riau," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Riau mengapresiasi kegiatan ini karena menampilkan keoriginalitas dari suatu budaya masyarakat lokal yang memiliki nilai jual dibidang pariwisata serta didukung oleh lokasi dan panorama yang indah.
"Nilai budaya yang orisinal menjadi nilai jual tersendiri. Berbalut budaya masyarakat dalam Festival Equator III ini mengenalkan kepada masyarakat 7 destinasi wisata yang ada disekitarnya. Semoga kedepannya dapat kita tingkatkan pariwisata Riau yang berbasis budaya. Karena kita tidak memiliki pantai berpasir putih untuk itu kita akan terus mengembangkan potensi wisata budaya yang ada bersama kearifan lokal yang akan mendorong pariwisata di Riau. Untuk tahun ini saja 4,7 triliun perputaran uang dari sektor pariwisata, semoga kedepannya dapat kita tingkatkan lagi," ungkap Fahmi.
Sementara itu Ketua Komunitas Bengkel Seni Serantau Kampar Kiri, Dodi dalam mempersiapkan Festival Equator III ini juga melibatkan sejumlah Pegiat Seni dan pariwisata lainnya untuk menyukseskan acara. Diantaranya Komunitas Papala Padang sawah, Komunitas Motor KKMC, GenPI, maupun masyarakat dan unsur masyarakat Desa.
"Pesan utama festival Equator III adalah menyampaikan 7 destinasi yang ada disekitarnya yang dikemas dalam 7 Wonder Of Equator. Diantaranya Tugu Khatulistiwa, Lokomotif, Air terjun Koboko setinggi 15 Meter, Komplek Balai Adat, Makam Datuk Kumbuok dengan panjang makam 6 M yang konon itu hanya panjang badannya saja belum ukuran seluruh tubuh yang memiliki akses dengan jonjang 40, Takau Godang ukuran diameter 1,5 x 1,5 Meter, dan Alam Bendungan," jelas Dodi.
Festival Equator III merupakan Event tahunan dan tahun ini merupakan tahun ketiga. Pada event ini akan dilaksanakan berbagai acara, diantaranya menampilkan masak kalamai sebanyak 18 kanca, masak pekasam sebanyak 5 dapur, fashion show 90 orang, lomba mewarnai 89 orang yang diikuti oleh 3 kecamatan, pemutaran film pendek dari 5 komunitas, serta menghadirkan 7 orang pengisi acara, Panggung seni dari 6 komunitas, serta mengundang bintang tamu Tim Kesenian Randai dari Desa Pangkalan Serai perbatasan Kampar dan Sumbar yang telah ada sejak tahun 1972.
Selain itu juga menyelenggarakan Pasar Equator dengan konsep pasar digital. Dimana mata uang rupiah harus ditukarkan dengan uang yang hanya berlaku di pasar Equator mulai dari nominal 5000 sampai 50.0000, lebih dari 20 stand yang meramaikan acara ini diantaranya stand yang melibatkan pihak swasta seperti minuman hdyrococo, Capella, Bank Riau, RS Awal Bros, sirup kurnia, serta stand dagangan masyarakat yang menjual hasil pertanian seperti jeruk, kuliner khas Kampar Kiri Pekasam, sambal kacau, sambal tokok, kiabu, kelapa muda,gulai cendawan yang dimasak dengan ikan, dan gulai kiasak.