Drs H Abdul Hamid Rizal Tandatangani MoU Dengan Bakamla dan STIP Jakarta

Ruslan
1.065 view
Drs H Abdul Hamid Rizal Tandatangani MoU Dengan Bakamla dan STIP Jakarta
Arizki Fil Bahri
Foto bersama Bupati Natuna, Pimpinan FKPD atau yang mewakili, kepala OPD, beberapa Kades. dan sejumlah tokoh masyarakat.

DATARIAU.COM - Bupati Natuna Drs H Abdul Hamid Rizal melakukan penandatanganan MoU Kesepakatan dan Perjanjian Bersama Antar  Badan Keamanan Laut STIP Jakarta, dengan Pemkab Natuna, diselaraskan dengan peresmian  Desa Cemaga menjadi Desa Maritim, di Kecamatan Bunguran Selatan Tepatnya di ruang pertemuan Desa Cemaga, Selasa (28/08/2018). 

Turut Hadir akan acara itu, Pimpinan FKPD atau yang mewakili, kepala OPD, beberapa Kades. dan sejumlah tokoh masyarakat.

Bupati Natuna dalam sambutannya mengatakan apresiasi kepada pihak Bakamla dan STIP Jakarta, atas kehadiran dan penetapan Desa Cemaga menjadi Desa Maritim.

Pemkab Natuna menyambut baik kegiatan ini, karena dapat meningkatkan SDM masyarakat maupun nelayan Natuna.

Dengan adanya kerja sama, berharap semua masyarakat di daerah pesisir bisa lebih memahami kondisi laut Natuna ketika sedang mencari ikan.

"Ini sangat penting untuk peningkatan pengetahuan ditengah masyarakat," ucap Hamid.

"Dan ini tidak lepas dari nawacita Presiden Jokowi membangun daerah dimulai dari pesisir. Semoga ini bisa berkelanjutan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," paparnya lagi.

Ditempat yang sama, Direktur kerja sama  Bakamla Dede Ruskandar SH MH, penetapan Desa Cemaga menjadi Desa Pesisir telah melewati berbagai tahapan dan kajian. 

Kabupaten Natuna merupakan daerah terdepan garda NKRI, dengan luas wilayah lautnya sangat besar, berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga. Oleh karena itu perlu langkah antisipasi sejak dini, agar masyarakat kita turut andil menjaga laut diwilayahnya.

Ia juga mengatakan, mencermati stratengis arus maritim Indonesia, karena rentan akan   ancaman isu di laut, untuk itulah berbagai program Pemerintah Pusat diselaraskan dengan Pemerintah Daerah.

Maka dari itu, perlu sinergitas antara semua lini dalam melakukan pengawasan di laut Indonesia, khususnya Laut Natuna.

Ditegaskannya pemilihan Desa Cemaga menjadi  Desa Maritim bukan asal tunjuk, tapi semua melalui survei dan kajian. 

"Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini, bisa berjalan baik. Kami ingin masyarakat Natuna dapat menjadi jembatan keamanan di laut Natuna itu sendiri. Pesan saya kepada nelayan, agar berhati-hati jika menurunkan jangkar karena ada kabel bawah laut. Jika rusak nilainya bisa trilliyunan," ucapnya.

"Terkait penetapan jadi Desa Maritim, Cemaga akan terus kita bina. Kedatangan kami bukan Cuma kali ini saja, tapi berkelanjutan" pungkasnya. 

Kepala Desa Cemaga, Idris saat dikonfirmasi terkait penetapan Cemaga jadi Desa Maritim, mengakui telah melalui berbagai tahapan dan kajian dari tim penilai. 

"Mereka sudah dua kali datang ke Desa Cemaga sebelum daerah ini ditetapkan jadi Desa Maritim. Untuk itu ada 107 orang dari 4 Desa di Kecamatan Bunguran Selatan akan dilakukan pelatihan Kapal Layar Motor," ungkapnya.

Penulis
: Arizki Fil Bahri
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)