PANGKALANKERINCI, datariau.com - Istri beserta keluarga otak pembunuhan berencana Temi Supriadi alias TS merasa shok dan terpukul. Mereka hampir tidak percaya pembunuhan terhadap almarhum Daud Hadi menyeret dirinya.
Terlebih lagi, Temi Supriadi saat ini menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Sialang Godang Kecamatan Bandar Petalangan.
"Atas peristiwa menimpa Temi, kami hampir tak percaya. Apalagi waktu penangkapan, Temi dijemput oleh sejumlah polisi di Kantor Desa Sialang Godang. Saat itu seluruh kampung gempar," terang salah seorang warga Sialang Godang yang juga salah seorang keluarga dekat Temi Supriadi meminta riauterkini.com tidak menuliskan namanya, Jumat (6/7/18).
Menurutnya, orang pertama kali merasakan terpukul hebat dan syok berat akan peristiwa tersebut adalah istri dari Temi Supriadi. Dimana menurut keterangan dia, istri Temi Supriadi adalah seorang Lurah di Kecamatan Kerumutan. "Iya istrinya terpukul sekali atas peristiwa yang menimpa suaminya ini. Apalagi istrinya tersebut seorang Ibu Lurah di Kelurahan Kerumutan Kecamatan Kerumutan," urainya.
Begitu juga, kata dia pihak keluarga besar Temi Supriadi juga ikut terpukul berat. Mereka hampir tidak percaya dengan peristiwa yang di alami Temi Supriadi ini.
"Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum, supaya jernih menegakkan hukum terhadap kasus yang menimpa Temi Supriadi," harapnya.
Di tempat terpisah Camat Bandar Petalangan Faisal mengaku terkejut terhadap peristiwa pembunuhan yang terjadi beberapa bulan lalu menyeret Sekdes Sialang Godang.
Camat Faisal menyebutkan bahwa Temi Supriadi menjabat sebagai Sekdes Sialang Godang sudah tiga tahun berjalan. "Yang bersangkutan jika tak salah sudah tiga tahun menjabat sebagai Sekdes. Dia non PNS," ujar Faisal singkat.
Diberitakan sebelumnya, jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan berhasil mengungkap pelaku dan otak pembunuhan Daud Hadi warga desa Sialang Godang kecamatan Bandar Petalangan. Kedua pelaku ditangkap terpisah pada waktu dan tempat yang berbeda.
Kedua pelaku masing-masing adalah SY (33) dan TS (29). SY merupakan warga yang tinggal di Desa Sialang Godang kurang lebih 500 meter dari TKP dimana korban dihabisi.
Sementara TS (29) sehari-hari merupakan aparatur pemerintahan Desa Sialang Godang dan menjabat sebagai sekretaris desa. TS diketahui merupakan otak pembunuhan terhadap korban dengan cara mendanai SY.
Demikian disampaikan Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan, S.IK didampingi Waka Polres Kompol Agus Hidayat dan Kasat Reskrim, AKP Teddy Ardian, saat menggelar jumpa Pers Kamis (5/7/18).
Menurut penuturan Kapolres, kasus ini adalah pembunuhan berencana yang dilakukan oleh pelaku pada tanggal 10 April 2018 lalu sekira pukul 3 subuh WIB di rumah korban.
"Kita akui kasus ini merupakan kasus menonjol dan sulit untuk diungkap. Namun kami perintahkan Kasat Reskrim mengungkapkan dan memberi waktu selama tiga bulan. Alhamdulillah setelah 83 hari, berhasil terungkap," terang Kapolres.
Terhadap SY sebut Kapolres merupakan eksekutor terhadap korban Daud Hadi. Ia ditangkap di Kecamatan Dayun Kabupaten Siak subuh, Rabu 4 Juli 2018. Seterusnya, disusul penangkapan TS setelah dilakukan serangkaian penyelidikan pada siang harinya.
Motif pembunuhan yang dilakukan pelaku adalah sakit hati. Dimana pelaku tidak senang dengan sikap kritis berlebihan yang dilakukan oleh korban.
Akhirnya, TS mencarikan orang untuk melakukan perencanaan pembunuhan terhadap korban dan diperolehlah SY satu lagi S. S sendiri saat ini kabur dan masuk Daptar Pencarian Orang (DPO).
Selaku penyandang dana, sambung Kapolres, TS menjanjikan kepada dua orang pelaku SY dan S uang sebesar Rp20 juta. Pembayarannya pun dilakukan secara bertahap sesuai perjanjian. "Untuk kasus ini, bakal ada tersangka baru. Jadi kita tunggu saja perkembangan," tandas Kapolres.
Sebagai data tambahan, Daud Hadi ditemukan tewas bersimbah darah di tempat kediamannya, Desa Sialan Godang Kecamatan Bandar Petalangan beberapa waktu lalu.