Da'i Muda Riau Ini Tantang Banser yang Bakar Bendera Tauhid

datariau.com
1.557 view
Da'i Muda Riau Ini Tantang Banser yang Bakar Bendera Tauhid
Foto: Ist.
Umik.

DATARIAU.COM - Ustadz Mustafa Kamal atau yang akrab disapa UMIK yang merupakan salah seorang da'i muda di Riau, mengecam aksi Banser yang bakar bendera bertuliskan tauhid.

"Kita sangat marah agama dihina, dilecehkan, apalagi nama Allah Subahannahu wa Ta'ala dan Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam, diinjak dan dibakar," kata Umik kepada datariau.com melalui rilisnya, Rabu (24/10/2018).

Umik menegaskan dia siap mati membela agamanya dengan berjihad. Bahkan Umik meminta para pembakar bendera bertulis kalimat tauhid itu menunjukkan kejantanannya.

"Demi Allah saya siap mati membela agama Allah. Dimana letak keislaman kalian, katanya membela agama, dimana iman kalian, yang kalian bakar itu nama yang telah menciptakan kalian yaitu Allah Subahannahu wa Ta'ala dan nama yang akan memberi syafaat di Yaumil Mahsyar yaitu Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam," tegas Umik.

Kelakuan kelompok orang yang bakar bendera bertuliskan kalimat tauhid ini, lanjut Umik, bagaikan musuh dalam selimut, menggunting dalam lipatan, pagar makan tanaman.

"Jika kalian tidak suka bendera tauhid jangan kalian bakar dan lecehkan. Jika kalian jantan tunjukkan kejantanan kalian, demi Allah saya Umik jikalau agama saya dilecehkan saya siap mati dan berjihad di jalan Allah," tegasnya mengulang.

Seperti diketahui, pembakaran bendera yang terjadi saat perayaan Hari Santri Nasional di Lapang Alun-alun Kecamatan Limbangan, Garut, Senin, 22 Oktober 2018 videonya viral tersebut dilakukan oleh anggota Banser.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menuturkan, berdasarkan laporan kepolisian setempat, pembakaran terjadi pada pukul 09.30 WIB. Pembakaran tersebut terjadi di acara Hari Santri Nasional dengan ketua panitianya Hisnu Mubarok dan seksi acara Zaenal Mahpudin.

Menurut Dedi, peringatan hari Santri Nasional ke-3 ini diikuti sekitar empat ribu orang yang berada di wilayah Garut Utara, tepatnya Kecamatan Limbangan, Cibiuk, Leuwigoong dan Cibatu. Kegiatan ini diawali dengan giat istighosah yang diikuti oleh seluruh peserta.

"Namun pada pukul 09.30 Wib telah terjadi pembakaran diduga bendera HTI (Hizbut Thahrir Indoesia) yang dilakukan oleh peserta kegiatan atau anggota Banser," kata Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 23 Oktober 2018, dikutip viva.

Pada pukul 14.30 WIB, Peringatan Hari Santri Nasional itu selesai. Namun, video pembakaran tersebut menjadi viral dan menimbulkan pro dan kontra di kalangan warganet. Kepolisian pun segera melakukan beberapa tindakan.

Dedi mengatakan, kepolisian segera berupaya untuk melakukan take down video viral tersebut agar tidak menimbulkan keributan. Kepolisian kemudian melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari saksi. Sejumlah ormas di antaranya MUI, PCNU dan Banser pun memberikan klarifikasi atas kasus tersebut.

Dedi menegaskan, kepolisian akan melakukan tindakan hukum pada kasus tersebut. Hal ini dilakukan agar menetralkan kondisi secara umum.

Hingga Selasa pagi, 23 Oktober 2018, dilaporkan sebanyak tiga orang telah diamankan pihak kepolisian. Kepolisian menyatakan, sampai dengan saat ini situasi di Kabupaten Garut pasca-kejadian tersebut dalam keadaan aman dan kondusif. (*)

Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)