TAMBANG, datariau.com - Diawali dengan arak-arakan oleh Bupati Kampar dan para Ninik Mamak menuju Balai Adat Terantang Tambang dan Basiacuong, prosesi penobatan pucuk adat Kenegerian Tambang Terantang H Mulyas SAg MH sebagai Datuok Godang, Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto menyaksikan pengukuhan yang ditandai dengan pemasangan Detau dan pengucapan sumpah Ninik Mamak.
Bupati Kampar mengapresiasi dan mengucapkan selamat terhadap penobatan Ninik Mamak, menurutnya ini menandakan adat istiadat masih tegak dan dipegang teguh oleh masyarakat Kabupaten Kampar yang dikenal sebagai negeri beradat dan negeri Serambi Mekkah Riau.
Pengukuhan diadakan di Balai Adat Kenegaraan Terantang Tambang tepatnya di Desa Aur Sati kecamatan Tambang, Sabtu (25/1).
Hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPR RI Syahrul Aidi Maazat, Ketua DPRD Kampar Muhammad Faisal dan Anggota DPRD Kampar, Dandim 0313/KPR Letkol Inf Aidil Amin SIP, Sekda Kampar Dr Yusri MSi, Rektor UIN Ilyas Husty, Kepala Kementerian Agama Riau Mahyuddin, Forkopimda Kampar, Camat Tambang Abukhari, juga Mantan Ketua TP PKK Kabupaten Kampar Hj Nuraini Azis, Anggota DPRD Riau Yuyun Hidayat, tokoh adat, tokoh masyarakat Kampar yang datang dari luar kabupaten Lembaga Adat Kampar dari penjuru kabupaten, anak kemanakan yang di rantau.
Bupati Kampar dalam pidatonya yang diawali dengan penyerahan santunan berupa beras dan sembako menyampaikan, bahwa terimakasih atas dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan membangun Kabupaten Kampar.

"Mari kita terus bersatu padu, kebersamaan, sehingga agenda pembangunan dapat kita jalankan dengan baik dan sukses, semoga Allah Subahanahu wa Ta'ala meridhoi atas upaya kita dalam mewujudkan Kampar yang maju," kata Bupati.
Sementara itu Ketua DPRD Kampar Muhammad Faisal mendukung penobatan Ninik Mamak ini. "Semoga dengan pelantikan ini makin menyatukan dan mengukuhkan Kampar sebagai negeri beradat yang religius," kata Muhammad Faisal ST MT yang juga diamini oleh Ketua MUI Riau dan Rektor UIN Susqa dengan menambahkan perlu sekolah adat di Kabupaten Kampar. "Mungkin ini satu-satunya di Riau," kata Ilyas Husti pula.
Sementara Ketua Lembaga Adat Kampar (LAK) Aprizal DS menyatakan bahwa adat masih kuat dipegang teguh di dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah dengan penobatan.

"Kita lihat prosesi adat berjalan dan dipegang oleh masyarakat, tinggal bagaimana kita mengapresiasikan dalam kehidupan sehari-hari, mari kita bersinergi dengan ulama dan pemerintah, tali bapilin tigo, tigo tungku sajoghangan," kata Aprizal.
Sementara itu Dt Paduko Jelo H Fauzan selaku ketua panitia menyampaikan penobatan Datuok Godang H Mulyas SAg MH, juga dinobatkan Amiruddin Datuok Bijo kenegaraan Tambang Terantang, dikatakan Fauzan bahwa kegiatan ini tidak bisa dibuat-buat dan ini ada alasan kuat sehingga acara ini dapat dilaksanakan apalagi langsung dihadiri oleh Bupati Kampar.
"Bapak H Mulyas SAg MH telah dinobatkan sebagai Datuok Godang, maka kerja berat ini dapat terlaksana karena kuatnya persatuan diantara kita antara Ninik Mamak dan kemanakan," terang Fauzan.
Sementara itu H Mulyas usai dilantik sebagai Datuok Godang menyampaikan hormat dan salam kepada Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH sebagai payung panji adat Kabupaten Kampar.

"Semoga dapat memberikan kesejukan, menyatukan dan mensinergikan Ninik Mamak di Kabupaten Kampar, semoga selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin kabupaten Kampar. Hari ini kami telah dikukuhkan sebagai Datuok Godang, ini adalah amanah yang besar dan berat, Insya Allah akan kami jaga dengan sebaik-baiknya dan akan dipertanggung-jawabkan di hadapan anak kemanakan dan di hadapan Allah Subahanahu wa Ta'ala," kata Datuok Godang H Mulyas. (das)