Bejat! Ayah Cabuli Anak Tiri 20 Kali Selama Kurun Waktu 1 Tahun

774 view
Bejat! Ayah Cabuli Anak Tiri 20 Kali Selama Kurun Waktu 1 Tahun
Foto: Sella
Tersangka Cabul MS (28) saat diamankan di Mapolsek Bagan Sinembah.

BAGANBATU, datariau.com - Bejat, seorang ayah berinisial MS (28) Warga Kepenghuluan Bagan Sinembah Barat Kecamatan Bagan Sinembah Raya (Basira) ini tega mencabuli anak tirinya yang masih berumur 10 tahun hingga 20 kali dalam kurun waktu selama 1 tahun.

Pelaku yang diketahui sebagai buruh bangunan itu diamankan warga setempat setelah diketahui mencabuli anak tirinya yang dilakukan di dalam kamar pelaku dan bahkan warga sempat mengetahui secara langsung dengan cara mengintip pelaku dan korban saat persetubuhan itu terjadi.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Bagan Sinembah AKP Indra Lukman Prabowo SH SIK yang disampaikan melalui Plh Kanit Reskrim Ipda YU Sormin SH membenarkan kejadian tersebut.

"Benar, saat ini pelaku sudah kita amankan guna proses lebih lanjut," terang Ipda Yu Sormin.

Dijelaskan Ipda YU Sormin, terbongkarnya kelakuan bejat MS ini terungkap pada Hari Kamis tanggal 23 Juli 2020 sekira Pukul 23.00 Wib saat ayah kandung korban mendapat informasi dari salah satu warga sekitar rumah pelaku bahwa MS telah diamankan warga lantaran kedapatan menyetubuhi anaknya.

Merasa kurang yakin, ayah kandung korban lalu mencari informasi dengan menghubungi salah satu warga lainnya.

Dan ayah korban mendengar kesaksian warga itu yang mengatakan bahwa mereka melihat dengan cara mengintip pelaku bersetubuh dengan korban di kamar rumah pelaku yang mana saat ibu kandung korban berada di luar kota selama seminggu.

Mendapat informasi tersebut, orangtua korban merasa tidak senang dan trauma kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bagan Sinembah guna proses pengusutan lebih lanjut.

Petugas yang menerima laporan bawah ada seseorang yang diamankan warga dengan dugaan persetubuhan langsung berkoordinasi dengan tim. Dan atas perintah Kapolsek, Unit Reskrim berangkat menuju lokasi dan mengamankan pelaku.

"Hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya, dan sudah melakukan perbuatan itu sebanyak 20 kali sejak bulan Juni 2019 hingga 23 Juli 2020," terang Sormin.

Akibat perbuatannya pelaku diancam dengan Pasal 76 d Jo Pasal 76 e UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Jo Pasal 81 ayat (1), (2) Jo Pasal 82 ayat (1) UU No 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 KUHPidana dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. (sel).

Penulis
: Sella
Editor
: Redaksi
Sumber
: datariau.com