Alamak! Masih Ada Warga BAB di Sembarang Tempat

Bambang
253 view
Alamak! Masih Ada Warga BAB di Sembarang Tempat
Riswandi
sosialisasi STBM menuju deklarasi ODF (open defecation free) atau stop buang air besar sembarangan yang berlangsung di balai pelatihan masyarakat Desa Bantan Timur, Kecamatan Bantan, Kamis (12/03/2020).

BENGKALIS, datariau.com - Sampai saat ini, ternyata masih ada sebagian masyarakat di Kecamatan Bantan yang gemar buang air besar (BAB) disembarang tempat. Untuk mengatasinya, Pemda Bengkalis pun harus melakukan berbagai cara, salah satunya dengan menerapkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Persoalan ini terungkap dalam sosialisasi STBM menuju deklarasi ODF (open defecation free) atau stop buang air besar sembarangan yang berlangsung di balai pelatihan masyarakat Desa Bantan Timur, Kecamatan Bantan, Kamis (12/03/2020). Bekerjasama dengan petugas kesehatan Puskesmas Selatbaru, setidaknya masyarakat diberikan pemahaman oleh petugas kesehatan.

Acara yang dibuka langsung oleh Kepala Desa Bantan Timur, Sani juga dihadiri oleh Babinsa Desa Bantan Timur, Serda Rustam, Bhabinkamtibmas Bantan Timur, Bripka Maryuni,, Kepala Dusun Sedesa Bantan Timur, RT RW, serta tokoh masyarakat setempat, dan pihak kesehatan dari Puskesmas Selatbaru

"Karena ini adalah masalah sosial budaya dan perilaku sebagian penduduk yang terbiasa, khususnya ke badan air yang juga digunakan untuk mencuci, mandi, dan kebutuhan higienis," kata Sani.

Menurut dia, alasan serta kebiasaan masyarakat yang masih buang air besar sembarangan harus diluruskan melalui intervensi terpadu dengan pendekatan STBM. Pola ini sangat penting untuk mengubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Pendekatan partisipatif ini memberikan gambaran kepada warga akan akibat dari perilaku buang air besar sembarangan.

"Tujuannya agar warga mengubah perilaku dan cara pandang tentang sanitasi dan akhirnya memicu pembangunan jamban dengan inisiatif sendiri," ujarnya.

Tidak hanya itu, warga juga diajak menyadari bahwa kebiasaan buang air besar sembarangan adalah masalah bersama, karena berimplikasi kepada masyarakat luas. Dan, pemecahannya juga harus dilakukan secara bersama pula.

Dikatakannya berbagai alasan digunakan oleh warga untuk buang air besar sembarangan diantaranya menganggap bahwa membangun jamban itu mahal. Kondisi tersebut tentunya berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian diare.

Kades Bantan Timur itu juga menjelaskan, salah satu faktor penting dalam pendekatan STBM adalah timbulnya solidaritas masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan buruk buang air besar sembarangan. Untuk itu, dirinya berharap aparatur desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat punya peranan besar dalam mengondisikan timbulnya solidaritas masyarakat," pesannya. (ndi)

Penulis
: Riswandi
Editor
: Syamsidir
Sumber
: datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)